JURANEWS.ID, SEMARANG – Departemen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (IESP) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB UNDIP) bersama Universiti Teknologi PETRONAS (UTP) Malaysia melaksanakan kegiatan International Community Service di Desa Timbulsloko, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pada 12 Mei 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi internasional dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di kawasan pesisir yang menghadapi berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan akibat perubahan iklim serta abrasi pantai.
Program itu merupakan rangkaian dari International Summer Course in Energy Economics and Economic Development for Coastal Transformation yang sebelumnya digelar di FEB UNDIP.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dari kedua perguruan tinggi diajak memahami secara langsung dinamika kehidupan masyarakat pesisir, mulai dari keterbatasan akses energi, perubahan lingkungan kawasan pantai, hingga tantangan keberlanjutan ekonomi masyarakat.
Inisiator kegiatan, Dr. Jaka Aminata bersama Prof. Akhmad Syakir Kurnia, menjelaskan bahwa pengabdian internasional ini tidak hanya menjadi ruang pembelajaran akademik, tetapi juga sarana membangun sensitivitas sosial mahasiswa terhadap persoalan masyarakat pesisir.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa dari kedua institusi diajak memahami secara langsung kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat pesisir yang terdampak perubahan kawasan pantai. Salah satu persoalan yang kami temukan adalah keterbatasan penerangan listrik di beberapa titik aktivitas warga,” ujar Dr. Jaka Aminata.
Sebagai implementasi solusi berbasis energi berkelanjutan, tim pengabdian memasang lampu tenaga surya atau solar panel street lights di sejumlah titik strategis yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Penerangan tersebut diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan mendukung aktivitas warga pada malam hari, sekaligus menjadi contoh pemanfaatan energi terbarukan yang ramah lingkungan di kawasan pesisir.
Desa Timbulsloko sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah pesisir di Kabupaten Demak yang menghadapi tantangan abrasi dan banjir rob dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut berdampak terhadap infrastruktur desa, akses mobilitas warga, hingga kualitas hidup masyarakat.
Karena itu, pendekatan pembangunan berbasis keberlanjutan dan adaptasi perubahan iklim dinilai penting untuk mendukung ketahanan kawasan pesisir.
Selain memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, program tersebut juga menjadi implementasi nyata konsep sustainable energy yang dipelajari peserta selama summer course berlangsung.
Mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis di ruang kelas, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana inovasi energi ramah lingkungan dapat diterapkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan dan inklusif.
Interaksi lintas negara dalam kegiatan itu sekaligus memperkuat pengalaman global mahasiswa dalam memahami isu pembangunan pesisir dan transformasi energi di negara berkembang.
Kegiatan International Community Service tersebut juga mempertegas komitmen UNDIP dalam memperkuat kolaborasi internasional yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui sinergi pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
(*)













Komentar