JURANEWS.ID, SEMARANG – Kota Semarang siap memanjakan warga dan wisatawan dengan serangkaian agenda budaya, kuliner, dan hiburan berskala besar di bulan Februari 2026! Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang telah menyiapkan rangkaian event yang memadukan perayaan Imlek dan tradisi menyambut bulan suci Ramadan.
Imlek Semawis: Kuliner Halal dan Seni Budaya Khas Semarang (13-15 Februari)
Perayaan Imlek dimulai dengan Imlek Semawis pada 13–15 Februari 2026. Pembukaan akan menyajikan jamuan kuliner khas Semarang, termasuk Chinese food halal, serta pertunjukan seni budaya seperti Ketoprak Truthuk dan Gambang Semarang.
“Kemudian juga mengundang tokoh masyarakat supaya masyarakat Kota Semarang maupun di luar Kota Semarang tahu bahwa di Kota Semarang ada makanan yang khas, juga mungkin Chinese food yang halal,” jelas Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari.
Imlek Vaganza di Sam Poo Kong: Krisdayanti Siap Guncang Semarang (15 Februari)
Rangkaian perayaan Imlek berlanjut dengan Imlek Vaganza yang digelar di Kelenteng Sam Poo Kong pada 15 Februari 2026. Acara ini akan menghadirkan penyanyi legendaris Krisdayanti sebagai bintang tamu!
Tradisi Menyambut Ramadan: Gebyuran Bustaman dan Dugderan (15-16 Februari)
Selain Imlek, Disbudpar juga menyiapkan tradisi menyambut Ramadan. Pada 15 Februari sore, akan digelar Gebyuran Bustaman, tradisi simbolik membersihkan diri sebelum memasuki bulan puasa. Keesokan harinya, 16 Februari 2026, rangkaian ditutup dengan Dugderan.
“Istilahnya kita membersihkan diri dulu dari kotoran, mungkin dosa-dosa yang selama ini ada, kita suci kembali untuk bulan puasa,” jelas Indriyasari.
Semarang Night Carnival Masuk Kalender Event Nasional!
Kota Semarang kini memiliki tiga event yang masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN): Festival Kota Lama, Festival Cheng Ho, dan Semarang Night Carnival yang baru saja resmi masuk kalender event nasional.
“Kalau masuk di kalender event nasional pastinya akan ada support dari Kementerian. Mungkin salah satu support pastinya adalah publikasi,” imbuhnya.
(*)












Komentar