JURANEWS.ID, KUDUS – Sebuah kegiatan bertajuk Gebyar Budaya Nasional dijadwalkan berlangsung di Majesty Grand Ballroom Hotel Griptha Kudus pada Selasa Kliwon, 11 Agustus 2026.
Acara tersebut direncanakan menghadirkan Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon untuk memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi.
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh komunitas Aktivis Kebudayaan, sebuah komunitas nirlaba yang menyatakan memiliki komitmen dalam melestarikan, mengembangkan, dan mempromosikan kebudayaan Indonesia kepada generasi penerus.
Ketua Panitia, Agus Mujayanto menjelaskan kegiatan ini bertujuan memperkuat jati diri bangsa melalui nilai spiritual dan budaya, membangkitkan semangat persatuan, serta menjadikan budaya sebagai perekat kebangsaan.
Panitia mengangkat tema “Melalui Nilai Spiritual Agama dan Kebudayaan Kita Sambut Kembalinya Kejayaan Majapahit, Kadilangu dan Mataram demi Kepemimpinan dan Kejayaan Bangsa.”
Tema tersebut menjadi landasan penyelenggaraan sarasehan budaya yang akan melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Dikatakannya, Kota Kudus dipilih sebagai lokasi kegiatan karena dinilai memiliki nilai historis dan spiritual yang kuat.
Panitia menyebut Kudus sebagai kota akulturasi budaya, pusat ajaran spiritual, serta simbol toleransi yang tercermin dari sejarah Masjid Menara Kudus dan tradisi masyarakatnya.
Panitia menargetkan sekitar 500 peserta yang terdiri atas tokoh agama, tokoh budaya, budayawan, seniman, akademisi, pelajar, mahasiswa, komunitas budaya, hingga masyarakat umum dari berbagai daerah di Nusantara.
Rangkaian kegiatan meliputi pembukaan, pertunjukan tari tradisional, sarasehan kebudayaan, pameran produk lokal dan kerajinan tangan.
Berdasarkan susunan acara, Menteri Kebudayaan RI dijadwalkan memberikan sambutan sekaligus membuka acara, sebelum dilanjutkan sarasehan budaya dengan pemateri Sri Eko Sriyanto Galgendu.
Agus Mujayanto menambahkan, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kembali identitas bangsa melalui nilai spiritual dan budaya serta mempererat sinergi para aktivis kebudayaan di Indonesia.
(*)














Komentar