Gerakan Pangan Murah di Batang Disambut Antusias Warga Jelang Ramadan

Jelang Ramadan, Warga Batang Antusias Manfaatkan Gerakan Pangan Murah untuk Tekan Pengeluaran

JURANEWS.ID, BATANG – Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang disambut antusias oleh masyarakat. Kegiatan ini dinilai membantu warga memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, terutama menjelang bulan suci Ramadan.

Salah satu warga Kelurahan Sambong, Nana (36), mengaku sengaja datang lebih awal untuk membeli bahan kebutuhan sehari-hari seperti sayuran dan telur. Menurutnya, harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan harga pasar.

“Ini buat kebutuhan sehari-hari. Saya beli sayur sama telur. Alhamdulillah terbantu, karena harganya jauh lebih murah,” ujar Nana, Jumat (6/2/2026).

Nana berharap kegiatan Gerakan Pangan Murah dapat dilaksanakan secara rutin, mengingat tingginya kebutuhan masyarakat dan potensi kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadan.

“Semoga sering diadakan. Lumayan banget buat warga kecil seperti kami,” imbuhnya.

Antusiasme serupa juga dirasakan Umi (61), warga Kauman, Kabupaten Batang. Ia tampak memborong sejumlah bahan pangan seperti beras dan telur untuk persiapan selama bulan puasa.

“Saya senang sekali. Biasanya mau puasa harga-harga naik, ini malah bisa beli lebih murah,” ungkap Umi.

Ia berharap ke depan komoditas yang disediakan semakin lengkap dan kegiatan GPM dapat digelar secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang, Sumiati, menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan program nasional yang dilaksanakan berdasarkan arahan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.

“Hari ini kami melaksanakan Gerakan Pangan Murah sesuai arahan pusat dan provinsi. Rencananya akan kami laksanakan secara rutin di awal bulan, tepatnya minggu pertama hari Jumat,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang bekerja sama dengan sejumlah mitra strategis, di antaranya Bulog, Sayur Mentari, Koperasi Mitra Layer Gemilang, Primafood, serta Kelompok Wanita Tani (KWT) Botolambat.

Berbagai komoditas pangan disediakan dalam jumlah cukup besar, antara lain minyak goreng 300 liter, gula pasir 300 kilogram, beras SPHP sebanyak 750 kilogram atau 150 kemasan isi 5 kilogram, beras medium 400 kilogram, telur ayam 200 kilogram, telur omega 20 kemasan, cabai merah 100 kilogram, serta bawang merah 100 kilogram.

“Harga kami pastikan di bawah harga pasar karena kami bekerja sama langsung dengan Bulog dan petani,” tegas Sumiati.

Ia menambahkan, Gerakan Pangan Murah kali ini difokuskan untuk menyambut Ramadan dan Idulfitri, dengan tujuan menekan laju inflasi serta menjaga daya beli masyarakat. Bahkan, GPM kembali dijadwalkan pada awal Maret 2026 yang bertepatan dengan awal Ramadan.

Terkait ketersediaan beras, Sumiati memastikan kondisi pangan di Kabupaten Batang dalam keadaan aman.

“Berdasarkan data neraca pangan, Kabupaten Batang sudah swasembada pangan dan bahkan surplus sekitar 12 ribu ton beras. Jadi pasokan menjelang bulan puasa sangat aman,” pungkasnya.

Bagi warga, Gerakan Pangan Murah bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat menghadapi tekanan kenaikan harga bahan pokok.

(*)

Komentar