Harga Bitcoin Turun di Awal Juni 2026, Outflow ETF Rp39 Triliun Tekan Pasar Kripto

Arus keluar dana ETF Bitcoin Spot dan meningkatnya ketegangan geopolitik global menekan harga Bitcoin ke level terendah dalam hampir dua bulan terakhir.

JURANEWS.ID, JAKARTA – Harga Bitcoin (BTC) mengawali perdagangan Juni 2026 dengan tren melemah di tengah meningkatnya sentimen negatif global dan arus keluar dana besar-besaran dari ETF Bitcoin Spot. Kondisi tersebut membuat performa Bitcoin sepanjang Mei 2026 ditutup di zona negatif.

Berdasarkan analisis Financial Expert Ajaib, Panji Yudha, pada Selasa (2/6/2026) pukul 08.00 WIB, Bitcoin diperdagangkan di level 71.300 dolar AS atau sekitar Rp1,27 miliar, turun 3,48 persen dalam 24 jam terakhir.

Dominasi pasar Bitcoin berada di level 59,25 persen, sementara total kapitalisasi pasar aset kripto global turun 2,60 persen menjadi 2,41 triliun dolar AS.

Harga Bitcoin Tertekan Sentimen Geopolitik

Tekanan terhadap pasar kripto dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Keputusan Iran menangguhkan negosiasi gencatan senjata dengan Amerika Serikat serta ancaman penutupan Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak dunia.

Harga minyak Brent dilaporkan melonjak lebih dari 8 persen hingga menyentuh level 94 dolar AS per barel. Kondisi tersebut memicu sentimen risk-off di pasar keuangan global sehingga investor cenderung mengurangi aset berisiko, termasuk aset kripto.

Akibatnya, harga Bitcoin sempat menyentuh level terendah dalam hampir dua bulan terakhir di kisaran 71.000 dolar AS.

Bitcoin Catat Kinerja Bulanan Negatif

Data perdagangan menunjukkan Mei 2026 menjadi bulan yang cukup berat bagi pasar kripto. Bitcoin mencatatkan imbal hasil bulanan negatif sebesar 3,41 persen.

Sepanjang Mei, Bitcoin bergerak sangat volatil dengan sempat menyentuh level tertinggi 82.790 dolar AS sebelum akhirnya ditutup di kisaran 73.579 dolar AS.

Pelemahan tersebut terjadi seiring keluarnya dana investor dari ETF Bitcoin Spot yang mencatat net outflow sebesar 2,43 miliar dolar AS atau setara lebih dari Rp39 triliun sepanjang Mei 2026.

Arus keluar dana terbesar terjadi pada pekan terakhir Mei dengan nilai mencapai 1,42 miliar dolar AS. Kondisi ini dipengaruhi ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga tinggi pada pertemuan Juni mendatang.

Institusi Besar Ambil Strategi Berbeda

Di tengah tekanan pasar, sejumlah investor institusi mengambil langkah berbeda dalam mengelola portofolio aset digital mereka.

Perusahaan Strategy tercatat melakukan profit taking dengan menjual 32 Bitcoin senilai sekitar 2,5 juta dolar AS. Meski demikian, perusahaan tersebut masih menjadi salah satu pemegang Bitcoin terbesar di dunia dengan total kepemilikan senilai 63,87 miliar dolar AS.

Sebaliknya, perusahaan investasi Bitmine justru menambah eksposur aset digitalnya dengan membeli 26.497 Ethereum (ETH) senilai 54,61 juta dolar AS. Akuisisi tersebut menjadikan Bitmine sebagai pemegang cadangan kripto institusional terbesar kedua secara global.

HYPE Cetak Rekor Tertinggi Baru

Di tengah pelemahan pasar kripto, sejumlah altcoin justru menunjukkan performa positif. Token Hyperliquid (HYPE) menjadi sorotan setelah berhasil mencetak rekor harga tertinggi sepanjang masa (All Time High/ATH).

Pada Senin (1/6/2026), HYPE menembus level Rp1,34 juta per token dan mencatat kenaikan lebih dari 75 persen dalam satu bulan terakhir.

Sementara itu, komunitas Telegram menyetujui proposal untuk mengubah nama Toncoin kembali menjadi Gram dengan dukungan suara mencapai 85,3 persen.

Kabar positif juga datang dari Dogecoin (DOGE) yang resmi menjalin kerja sama dengan Paxos. Kolaborasi tersebut membuka peluang integrasi DOGE ke berbagai platform pembayaran global seperti PayPal, Venmo, dan Mercado Libre yang menjangkau lebih dari 150 negara.

Proyeksi Harga Bitcoin dan Ethereum Hari Ini

Ajaib memperkirakan harga Bitcoin pada perdagangan hari ini berpotensi bergerak dalam rentang 71.000 dolar AS hingga 73.000 dolar AS.

Sementara itu, Ethereum diproyeksikan bergerak di kisaran 1.950 dolar AS hingga 2.150 dolar AS.

Selain itu, sejumlah altcoin yang menjadi perhatian investor antara lain RENDER, DOGE, dan Chiliz (CHZ) yang dinilai masih memiliki peluang pergerakan positif di tengah volatilitas pasar kripto.

Meski demikian, investor tetap diimbau memperhatikan manajemen risiko dan perkembangan sentimen global yang masih berpotensi memengaruhi pergerakan pasar aset digital dalam jangka pendek.

(*)

Komentar

News Feed