JURANEWS.ID, SEMARANG – Menjelang bulan Ramadan 2026, harga sejumlah bahan pangan di pasaran Kota Semarang terpantau mengalami kenaikan signifikan. Kondisi ini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.
Walikota Akui Kenaikan Harga “Mengerikan”
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, tidak memungkiri lonjakan harga yang terjadi cukup signifikan. “(Kami) pantau terus-menerus. Jadi, kita memiliki sistem alat. Ya, stabil tapi memang agak mengerikan sih,” ujarnya.
Operasi Pasar Bertahap Sasar Titik-Titik Strategis
Pemkot Semarang tidak tinggal diam. Agustina telah meminta Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perdagangan untuk melakukan pemantauan intensif dan menggelar operasi pasar secara bertahap dan menyasar titik-titik strategis.
“Dan direncanakan Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perdagangan akan melakukan operasi pasar,” katanya. Operasi pasar ini diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat menjelang Ramadan.
Cabai Setan Tembus Rp90.000/Kg, Bawang Merah Naik 100%!
Pantauan Tribun Jateng di pasar tradisional menunjukkan kenaikan harga utamanya terjadi pada cabai rawit merah (cabai setan) yang mencapai rata-rata Rp90.000/Kg. Selain itu, juga bawang merah dan berbagai bahan pangan hortikultura.
“Harganya naik banyak, terutama cabai, brambang, bawang, dan sayur. Harga cabai naik, tadinya Rp50.000/Kg jadi Rp90.000/Kg. Kemudian bawang merah tadinya Rp30.000/Kg, sekarang jadi 60.000/Kg,” sebut Jumirah (68), pedagang di Pasar Peterongan.
Harga Sayur dan Minyak Goreng Ikut Naik
Harga sayur juga mengalami kenaikan rata-rata Rp3.000-Rp4.000. “(Harga) minyak (goreng) juga naik, dari Rp18.000/liter jadi Rp19.000/liter,” ungkap Suprihati (53), pedagang lain.
Pembeli Kurangi Jumlah Belanja
Di tengah kenaikan harga tersebut, pedagang menyebut berdampak pada jumlah pembelian pembeli yang berkurang. “Ada penurunan pembeli. Biasanya beli setengah kilo jadi seperempat,” imbuhnya.
(*)















Komentar