Hengki Wijaya Mundur dari Bursa Ketua KONI Pemalang, Alihkan Dukungan ke Prasetyo Widyatmoko

Polemik syarat pencalonan KONI Pemalang disorot

JURANEWS.ID, PEMALANG – Langkah mengejutkan datang dari Ketua PSSI Kabupaten Pemalang, Hengki Wijaya. Di tengah dinamika pencalonan Ketua KONI Kabupaten Pemalang periode 2026–2030, ia memutuskan mundur dari kontestasi dan mengalihkan dukungannya kepada kandidat lain.

Keputusan tersebut diambil setelah Hengki menerima jawaban resmi terkait penjelasan syarat pencalonan dari KONI Provinsi Jawa Tengah melalui KONI Kabupaten Pemalang, Rabu (18/3/2026).

Hengki Wijaya mengungkapkan, dirinya telah menerima surat balasan yang disampaikan melalui pesan WhatsApp oleh Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Calon Ketua KONI Kabupaten Pemalang. Surat itu merupakan respons atas permintaan penjelasan yang sebelumnya ia ajukan terkait ketentuan persyaratan pencalonan.

Namun, ia menilai jawaban yang diberikan belum menyentuh substansi yang dipertanyakan. Hengki melihat adanya perbedaan konteks dalam penjelasan KONI Jawa Tengah terhadap poin yang ia ajukan.

“Saya sebelumnya meminta penjelasan Pasal 12 ayat (b) dan (c), karena kami melihat persyaratan pencalonan pada dua ayat tersebut multitafsir, khususnya pada frasa ‘pengurus cabor atau pernah menjadi pengurus’,” ujar Hengki dalam keterangan persnya.

“Namun, jawaban yang diberikan justru mengarah pada ‘satu periode’ sebagaimana diatur dalam Pasal 28 angka 4 ART KONI 2020 tentang Pergantian Antar Waktu (PAW),” imbuhnya.

Meski demikian, Hengki tetap mengapresiasi kinerja TPP yang dinilainya telah bekerja secara profesional dalam menjalankan seluruh tahapan pencalonan.

Ia menegaskan, keputusan mundur diambil demi menjaga situasi tetap kondusif serta memastikan kelancaran pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) Pemalang.

“Saya putuskan mundur dari kontestasi. Bersama cabor-cabor pendukung, kami mengalihkan dukungan kepada Pak Prasetyo Widyatmoko. Kami percaya beliau mampu membawa semangat yang kami perjuangkan untuk olahraga Kabupaten Pemalang,” tegasnya.

Lebih lanjut, Hengki mengajak seluruh insan olahraga di Pemalang untuk menjaga persatuan dan kondusivitas menjelang pelaksanaan Musorkab, agar dapat berjalan lancar tanpa gesekan.

Sebelumnya, dinamika pemilihan Ketua KONI Kabupaten Pemalang sempat memanas. Hengki Wijaya sempat mempertanyakan kejelasan syarat pencalonan di tengah isu penjegalan terhadap dirinya.

Ia bahkan mendatangi langsung Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) di Kantor Sekretariat KONI Pemalang, Lantai 2 Gedung Kridanggo, pada Kamis (12/3/2026) sore, guna meminta penjelasan terkait ketentuan pencalonan Ketua KONI periode 2026–2030.

(*)

Komentar