JAKARTA, JURANEWS.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang banyak terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat rangkaian kejadian kebakaran lahan di berbagai daerah berdasarkan pemutakhiran data mulai Rabu (7/10) hingga Kamis (8/10/2026) pukul 07.00 WIB.
Dari Sumatra, Jawa, Sulawesi hingga Papua Selatan, sejumlah lahan dilaporkan terbakar dengan luas yang mencapai puluhan hektare. Sebagian besar kejadian telah berhasil dipadamkan, namun masih terdapat lokasi yang membutuhkan pemantauan dan penanganan lanjutan.
Salah satu kejadian terbesar dilaporkan terjadi di Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung.
Kebakaran melanda kebun karet milik PT Huma Indah Mekar di Desa Penumangan, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Selasa (6/10) sekitar pukul 14.00 WIB.
Api muncul di lebih dari satu titik. Hingga kini penyebab kebakaran masih belum diketahui.
BNPB mencatat sekitar 78,2 hektare lahan terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
BPBD bersama tim gabungan melakukan pengecekan dan penanganan di lapangan. Aparat kepolisian juga dilibatkan untuk penyelidikan terkait penyebab kebakaran.
Berdasarkan laporan BNPB, api berhasil dipadamkan pada Rabu (7/10) sekitar pukul 23.00 WIB.
Kebakaran lahan juga terjadi di Kabupaten Pesawaran, Lampung.
Kebakaran terjadi di lahan kebun yang ditumbuhi rumpun bambu di Desa Kububatu, Kecamatan Way Khilau, Rabu (7/10) sekitar pukul 01.00 WIB.
Api diduga berasal dari bekas pembakaran kebun pada sore sebelumnya. Tiupan angin membuat api kembali menyala dan menjalar ke rumpun bambu yang kering.
Sekitar 2 hektare lahan terbakar, namun tidak ada korban jiwa. Api berhasil dipadamkan oleh BPBD bersama tim terkait dan warga.
Sementara di Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, kebakaran terjadi di Jalan Mentok–Pangkalpinang, Desa Air Belo, Kecamatan Muntok.
Lahan terdampak sekitar 1 hektare. Penanganan sempat terkendala angin kencang, kondisi lahan gambut serta mesin pompa yang tidak dapat dioperasikan.
Kebakaran berhasil dipadamkan pada Rabu (7/10) pukul 15.10 WIB.
Di Kota Pangkalpinang, kebakaran lahan juga terjadi di depan TPU Sinar Bulan, Kelurahan Temberan, Kecamatan Bukit Intan.
Sekitar 2 hektare lahan terbakar sebelum api berhasil dipadamkan pada pukul 21.10 WIB.
Jawa Tengah Juga Dilanda Karhutla
Kebakaran lahan turut terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah.
Di Kabupaten Wonogiri, kebakaran terjadi di Desa Giritirto, Kecamatan Wonogiri, Selasa (6/10) sekitar pukul 08.40 WIB.
Sekitar 1 hektare lahan terbakar. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
BPBD Wonogiri bersama Perum Perhutani diterjunkan untuk melakukan penanganan. Api dilaporkan telah padam pada Rabu (7/10).
Kebakaran juga terjadi di Kabupaten Grobogan, tepatnya Desa Katekan, Kecamatan Brati.
Sekitar 1 hektare lahan terbakar dalam kejadian yang berlangsung Selasa (6/10) malam.
Petugas melakukan pemadaman, pendinginan dan penyisiran untuk memastikan tidak ada bara yang dapat memicu kebakaran kembali.
Di Jawa Timur, kebakaran lahan dilaporkan terjadi di Kabupaten Trenggalek.
Kebakaran melanda lahan milik warga dan kawasan hutan Perum Perhutani Petak 78 A di Desa Ngadirenggo, Kecamatan Pogalan.
Sekitar 3,5 hektare lahan terbakar. Api berhasil dipadamkan pada Rabu (7/10) pukul 14.30 WIB.
Sementara di Sulawesi Barat, kebakaran terjadi di Kabupaten Majene dengan luas lahan terbakar sekitar 8 hektare.
Kebakaran terjadi di Dusun Ratte, Desa Palipi, Kecamatan Sendana. Penyebab kebakaran masih belum diketahui.
Kebakaran lain terjadi di Kabupaten Polewali Mandar. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare.
BNPB menyebut kebakaran diduga terjadi akibat pembakaran lahan yang ditinggalkan dalam keadaan masih menyala sehingga api menyebar ke area sekitar.
Di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, kebakaran lahan terjadi di Desa Labuan, Kecamatan Ratolindo.
Luas lahan terdampak dilaporkan sekitar 10 hektare, meski area yang terbakar hingga Rabu (7/10) sekitar 2 hektare.
Api berhasil dipadamkan dan petugas masih melakukan penanganan serta pendataan.
Di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, kebakaran terjadi di wilayah perbatasan Kelurahan Malendeng dan Desa Sawangan, Kecamatan Tombulu, hingga berdampak ke Kecamatan Tondano Selatan.
Sekitar 3,5 hektare lahan terbakar dan api telah padam.
Kebakaran juga terjadi di Kabupaten Kepulauan Talaud, tepatnya kawasan Kebun Mata Wulan, Kelurahan Melonguane Timur.
Sekitar 4 hektare lahan terbakar. Informasi awal menyebut sumber api diduga berasal dari aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar.
Laporan karhutla juga datang dari Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.
Kebakaran terjadi di wilayah Kampung Naga dan sekitarnya, Distrik Jair, Selasa (6/10) sekitar pukul 17.00 WIT.
BNPB mencatat sekitar 20 hektare lahan terbakar.
Berbeda dengan sejumlah wilayah lain, kondisi di Boven Digoel masih membutuhkan perhatian. Hasil pemantauan pada Rabu (7/10) menunjukkan masih terdapat titik api dan asap.
Penanganan juga menghadapi sejumlah kendala, mulai dari keterbatasan armada dan personel hingga akses menuju lokasi yang jauh dari pusat kota.
Asap tebal, minimnya sumber air dan akses yang terbatas turut menyulitkan proses pemadaman.
Melihat masih terjadinya kebakaran lahan di berbagai wilayah, BNPB mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar.
Masyarakat juga diminta tidak membuang puntung rokok atau benda yang masih menyala sembarangan serta memastikan bara bekas pembakaran benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.
BNPB mengimbau warga segera melaporkan apabila menemukan titik api atau asap kepada perangkat desa, BPBD, pemadam kebakaran maupun aparat setempat.
Masyarakat juga diminta tidak mencoba memadamkan kebakaran berukuran besar seorang diri dan tetap memantau informasi cuaca serta peringatan dini dari sumber resmi.
Terlebih saat terjadi asap tebal, masyarakat disarankan menggunakan masker dan membatasi aktivitas di luar rumah, khususnya bagi kelompok rentan.
Rangkaian kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa kondisi kering dapat meningkatkan risiko kebakaran dan mempercepat penyebaran api. Kewaspadaan masyarakat menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah kebakaran meluas.
(*)










Komentar