Kekeringan dan Karhutla Dominasi Laporan BNPB, Sejumlah Daerah Distribusikan Bantuan Air Bersih

BNPB mencatat kekeringan mulai melanda sejumlah daerah di Jawa Tengah dan Jawa Barat, sementara kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

JURANEWS.ID, JAKARTA– Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan situasi dan penanganan bencana di berbagai wilayah Indonesia selama periode Rabu (10/6/2026) hingga Kamis (11/6/2026) pukul 07.00 WIB. Pada laporan terbaru ini, kejadian kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) menjadi peristiwa yang paling dominan.

 

Kekeringan dilaporkan terjadi di sejumlah daerah akibat mulai berkurangnya curah hujan dan menurunnya debit sumber air. Salah satunya terjadi di Desa Kedungbenda, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

 

Musim kemarau yang mulai melanda wilayah tersebut menyebabkan pasokan air dari sumber-sumber alami tidak lagi mencukupi kebutuhan warga sehari-hari. Akibatnya, sebanyak 40 kepala keluarga (KK) terdampak krisis air bersih.

 

Merespons kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap bersama aparat setempat menyalurkan bantuan sebanyak 4.000 liter air bersih kepada masyarakat pada Rabu (10/6).

 

Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sebanyak 127 kepala keluarga di Desa Gunung Sari, Kecamatan Citeureup, mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat menurunnya debit mata air.

 

Sebagai langkah penanganan, BPBD Kabupaten Bogor mendistribusikan 5.000 liter air bersih kepada warga terdampak.

 

Sementara itu, di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kekeringan melanda Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru. Tidak adanya hujan selama sekitar satu bulan menyebabkan 30 kepala keluarga mengalami krisis air bersih.

 

BPBD Kabupaten Bekasi telah menyalurkan bantuan sebanyak 10.000 liter air bersih guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak.

 

Selain kekeringan, BNPB juga mencatat kejadian kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Karhutla terjadi di Desa Tumbit, Kecamatan Teluk Bayur pada Selasa (9/6) siang waktu setempat.

 

Lahan seluas sekitar satu hektare dilaporkan hangus terbakar. Mengetahui kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Berau segera mengerahkan dua regu pemadam ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan pendinginan.

 

Berkat respons cepat petugas, api berhasil dipadamkan dalam waktu singkat sehingga tidak meluas ke area lain yang berpotensi terdampak.

 

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, **Abdul Muhari**, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan bencana hidrometeorologi kering yang mulai muncul di sejumlah wilayah Indonesia.

 

Menurutnya, masyarakat dan pemerintah daerah perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau berlangsung.

 

“BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah di wilayah rawan kekeringan untuk melakukan langkah-langkah mitigasi, seperti membuat sumur resapan, menyiapkan tandon air berkapasitas memadai, serta memanfaatkan panen air hujan sebagai cadangan kebutuhan air bersih,” ujar Abdul Muhari dalam laporan resmi BNPB, Kamis (11/6/2026).

 

Selain itu, masyarakat juga diimbau menggunakan air secara bijak dan melakukan penghematan untuk mengantisipasi potensi kekurangan pasokan air bersih.

 

Terkait ancaman karhutla, BNPB meminta pemerintah daerah dan instansi terkait menyiapkan personel serta peralatan yang memadai agar mampu melakukan respons cepat apabila ditemukan titik api.

 

BNPB juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar sampah di lahan kering maupun membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memicu kebakaran yang lebih luas.

 

Dengan meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi kering di sejumlah wilayah, BNPB menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat guna meminimalkan dampak yang ditimbulkan selama musim kemarau.

 

 

(*)

Komentar