Kemenlu RI Hadir di UNDIP, Gelar Kuliah Diplomasi Maritim dan Pemutaran Film “12 Mile”

Perjuangkan kedaulatan laut dari 3 mil menjadi 12 mil, film dokumenter kenalkan sosok Mochtar Kusumaatmadja

JURANEWS.ID, SEMARANG – Universitas Diponegoro (UNDIP) bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menyelenggarakan kegiatan Public Diplomacy Goes to Campus dengan tema “Diplomasi Maritim Indonesia: Arus Utama Soft Power dalam Isu Kedaulatan dan Hukum Laut”. Acara berlangsung di Gedung ICT Lantai 5, Kampus UNDIP Tembalang, Selasa (7/4/2026).

 

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNDIP, Prof. Dr.rer.nat. Ir. Heru Susanto, S.T., M.M., M.T., menyambut baik kolaborasi ini. Ia menekankan pentingnya pemahaman tentang laut sebagai anugerah yang harus dijaga kedaulatannya demi kesejahteraan masyarakat.

 

“Kita tinggal di negara kepulauan dan maritim. Kita harus menjaganya dan melakukan diplomasi dengan negara lain agar kita berdaulat memanfaatkan kekayaan alam,” ujar Prof. Heru.

 

Sementara itu, Direktur Diplomasi Publik Kemenlu RI, Ani Nigeriawati, yang juga merupakan alumni UNDIP, menyebut kegiatan ini sebagai wujud nyata kemitraan. Ia menilai lokasi Semarang sangat strategis karena merupakan kota pelabuhan yang menjadi pintu interaksi bangsa dengan dunia internasional.

 

Dalam sesi materi, Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik, Heru Hartanto Subolo, menekankan pentingnya membangun kesadaran bahwa laut adalah identitas, kekuatan ekonomi, dan ruang strategis bangsa.

 

“Masyarakat harus memahami diplomasi maritim ini. UNDIP juga harus mengambil peran dalam hal ini,” tegasnya.

 

Materi dilanjutkan oleh Deputi Direktur Hukum dan Perjanjian Kewilayahan, Dr. Gulardi Nurbintoro, yang memaparkan sejarah panjang perjuangan diplomasi di bawah tokoh Mochtar Kusumaatmadja. Perjuangan itu berhasil mengubah batas wilayah laut Indonesia dari 3 mil menjadi 12 mil dan diakui secara internasional melalui UNCLOS 1982, sehingga Indonesia diakui sebagai negara kepulauan yang berdaulat.

 

“Sejak awal kemerdekaan terus diperjuangkan agar kapal asing tidak seenaknya masuk dan kita bisa berdaulat manfaatkan sumber daya laut,” jelas Dr. Gulardi.

 

Pemutaran Film “12 Mile”

 

Sebagai penutup rangkaian acara, dilakukan pemutaran film dokumenter berjudul “12 Mile: Guiding The Archipelago”. Film ini mengisahkan keteladanan Mochtar Kusumaatmadja dalam memperjuangkan kedaulatan wilayah laut Indonesia.

 

Produser film, Dr. M. Agus Imanuddin, menyatakan bahwa tujuan pembuatan film ini adalah untuk mengenalkan sosok tersebut kepada generasi muda.

 

“Banyak orang yang tidak kenal sosok Mochtar Kusumaatmadja, padahal jasanya sangat besar. Kami ingin sosok ini lebih dikenal, terutama oleh generasi sekarang,” tuturnya.

 

(*)

Komentar