Kepala BNPB Resmikan Jembatan Weton Kulon di Kebumen

Simbol Pemulihan Pascabanjir 2022

JURANEWS.ID, KEBUMEN – Setelah tiga tahun lamanya warga menunggu, Jembatan Weton Kulon di Desa Weton Kulon, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, akhirnya kembali berdiri kokoh. Jembatan ini resmi diresmikan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., pada Selasa (4/11/2025).

Jembatan sepanjang 70 meter dengan lebar 7 meter ini sempat roboh akibat banjir bandang pada Maret 2022 yang melanda 13 desa dan satu kelurahan di Kebumen.

Sejak itu, akses antara Kecamatan Puring dan Buayan terputus total, memaksa warga memutar lebih jauh untuk beraktivitas.

Pemerintah Kabupaten Kebumen kemudian mengajukan dukungan kepada BNPB untuk membangun kembali jembatan tersebut.

Melalui Kedeputian Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR), permohonan tersebut disetujui dan pembangunan dimulai pada 8 April 2025 dengan nilai kontrak Rp14 miliar.

Menariknya, proyek ini selesai dua bulan lebih cepat dari target semula yaitu Desember 2025.

Kini, jembatan tersebut kembali menghubungkan dua kecamatan dan memulihkan aktivitas sosial-ekonomi warga.

Dalam sambutannya, Letjen Suharyanto menyampaikan rasa syukur dan ucapan selamat kepada masyarakat yang akhirnya bisa menikmati kembali akses jembatan setelah tiga tahun menunggu.

“Saya mewakili BNPB ingin mengucapkan selamat, khususnya bagi warga yang selama ini terkena dampak. Ini adalah bentuk kehadiran pemerintah pusat untuk membantu meringankan beban masyarakat,” ujarnya.

Suharyanto menegaskan, pembangunan ini merupakan wujud nyata arahan Presiden Prabowo Subianto kepada BNPB agar selalu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat terdampak bencana.

“Presiden menekankan, urusan masyarakat tidak boleh dinomorduakan. Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi,” tegasnya.

Menurut Suharyanto, tahapan pascabencana adalah bagian paling berat dari kerja BNPB.

Oleh karena itu, keberhasilan pembangunan jembatan Weton Kulon menjadi bukti kolaborasi pentahelix antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media.

“Tanpa kerja sama semua pihak, pembangunan ini tidak mungkin selesai dengan cepat. Ini adalah hasil kolaborasi yang nyata,” katanya.

Selain pembangunan infrastruktur, Suharyanto juga menekankan pentingnya dukungan bagi kebutuhan dasar warga, seperti pompa air dan sumur bor, terutama saat musim kemarau. Ia mempersilakan pemerintah daerah mengajukan bantuan ke BNPB jika dibutuhkan.

Dalam kesempatan itu, Kepala BNPB juga mengingatkan pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana. Ia menegaskan bahwa bencana tidak dapat dicegah, namun dampaknya bisa diminimalkan.

“Kita tidak bisa mencegah kapan bencana datang, tapi kita bisa mengurangi dampaknya,” ujarnya.

Suharyanto juga menyoroti kondisi selatan Kebumen yang berada di jalur lempeng aktif berpotensi gempa dan tsunami. Ia meminta agar masyarakat tidak panik, namun tetap meningkatkan kesiapsiagaan.

“Kebumen dilalui lempeng aktif. Tidak perlu ditakuti, tapi kita harus siap. Mitigasi harus terus ditingkatkan,” tambahnya.

Menutup sambutannya, Suharyanto berpesan agar seluruh unsur pemerintah daerah turut mendampingi proses pembangunan dan penggunaan aset negara.

“Tolong setiap pengerjaan dan penggunaan aset didampingi. Kita negara hukum, semua harus transparan dan akuntabel,” tandasnya.

Turut hadir dalam peresmian ini antara lain Bupati Kebumen, Wakil Bupati, Sekda, Kapolres, Dandim 0709, Kajari, Ketua DPRD, Kepala Pengadilan Negeri, Kepala BPBD Provinsi Jateng, Kepala Basarnas Cilacap, Kepala BBWS Yogyakarta, serta masyarakat Desa Weton Kulon.

Peresmian ini menjadi momentum penting bagi warga Kebumen, sekaligus simbol nyata bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memulihkan harapan.

(*)

 

Komentar