JURANEWS.ID, SEMARANG – Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Universitas Diponegoro (UNDIP) menjalin kerja sama strategis dengan ACIAR (Australian Center for International Agricultural Reserach) dan Pemprov Jawa Tengah untuk peningkatan kesejahteraan Peternak Sapi Perah melalui Program IndoDairy 2.
Kegiatan ini sebagai upaya memperkuat Jawa Tengah yang telah dikenal sebagai salah satu Sentra Sapi Perah/ Produsen Susu di Indonesia. Kerjasama ini didanai oleh ACIAR dan mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Kerja sama secara resmi ditandai dengan penandatanganan perjanjian pada Rabu (7/1/2026), yang mencerminkan komitmen bersama dalam meningkatkan manajemen pemeliharaan sapi perah serta kesejahteraan peternak anggota koperasi. Penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan oleh drh. Dian Wahyu Harjanti, Ph.D., selaku Project Leader Program IndoDairy 2 dari UNDIP, dan Heni Prihatiningsih, Ketua KUD Mojosongo.
Kegiatan ini menjadi langkah awal implementasi program intervensi terapan yang diprioritaskan bagi peternak percontohan (focus farm) anggota koperasi, dengan pendekatan berbasis kebutuhan nyata di tingkat kandang.
Salah satu intervensi utama dalam Program IndoDairy 2 adalah pembangunan fasilitas air minum bagi sapi perah agar dapat mengakses air secara ad libitum. Ketersediaan air minum yang cukup, bersih, dan tersedia sepanjang waktu merupakan faktor kunci yang secara langsung memengaruhi kesehatan ternak dan jumlah produksi susu.
Melalui penyediaan sarana ini, sapi perah diharapkan dapat memenuhi kebutuhan airnya secara optimal, sehingga berdampak pada peningkatan produktivitas dan kualitas susu.
Saat ini, tim IndoDairy UNDIP telah membangun sarana air minum ad libitum di 24 peternakan anggota binaan KUD Mojosongo. Program ini akan dilanjutkan secara bertahap, dengan rencana pembangunan fasilitas serupa pada 24 peternakan berikutnya di wilayah KUD Musuk, Boyolali, pada bulan mendatang. Ke depan, intervensi ini direncanakan terus diperluas ke berbagai wilayah sentra sapi perah di Jawa Tengah, sehingga manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh peternak rakyat.
Selain pembangunan fasilitas air minum, kerja sama antara UNDIP dan KUD Mojosongo juga mencakup pemberian materi dan pendampingan teknis kepada peternak terkait manajemen pakan dan air. Pendampingan dilakukan secara langsung di lapangan oleh tim IndoDairy UNDIP dan didukung oleh Tim Satuan Tugas KUD Mojosongo melalui pendekatan praktik, sehingga peternak dapat langsung menerapkan manajemen pemeliharaan yang lebih baik, efisien, dan berkelanjutan.
Dalam keterangannya, drh. Dian Wahyu Harjanti, Ph.D., menyampaikan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas peternak dalam pengelolaan usaha sapi perah, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar ternak. Menurutnya, pengelolaan pakan dan air yang tepat merupakan fondasi penting dalam upaya meningkatkan produktivitas sapi perah dan keberlanjutan usaha peternakan rakyat.
Sementara itu, Heni Prihatiningsih, Ketua KUD Mojosongo, menyambut baik kolaborasi dengan UNDIP dan berharap Program IndoDairy 2 dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan produktivitas ternak serta kesejahteraan peternak anggota koperasi.
Saat ini, Program IndoDairy 2 telah memberikan dampak nyata melalui pembangunan fasilitas air minum ad libitum bagi sapi perah di tingkat kandang, yang memungkinkan ternak mengakses air minum secara cukup dan berkelanjutan. Ketersediaan air dengan jumlah dan kualitas yang memadai berperan penting dalam menjaga kesehatan sapi perah serta meningkatkan produksi susu.
Hingga saat ini, fasilitas air minum ad libitum telah dibangun di 24 peternakan anggota binaan KUD Mojosongo dan akan diperluas ke 24 peternakan lainnya di wilayah KUD Musuk, Boyolali, pada bulan mendatang. Program ini selanjutnya akan terus dikembangkan di berbagai sentra sapi perah di Jawa Tengah.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan koperasi peternak, Program IndoDairy 2 diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan subsektor sapi perah dan penguatan industri susu nasional. Program ini juga sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mendukung ketahanan pangan, peningkatan kesejahteraan peternak, serta praktik produksi yang berkelanjutan.
Inisiatif ini menjadi wujud komitmen UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat, di mana keilmuan dan inovasi kampus hadir langsung untuk memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
(*)









Komentar