Mahasiswa PWK UNDIP Kembangkan Inovasi Spatial Tax Intelligence untuk Dukung Smart Governance

Berkolaborasi dengan PT Esri Indonesia, mahasiswa Magister Ilmu Lingkungan UNDIP mempresentasikan inovasi tata kelola pajak berbasis geospasial dalam konferensi internasional ICSCI 2026 di Jakarta.

JURANEWS.ID, SEMARANG – Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Lingkungan (MIL) Sekolah Pascasarjana Universitas Diponegoro (UNDIP), Muhammad Helmi Candra, mengembangkan inovasi bertajuk “Spatial Tax Intelligence” untuk mendukung tata kelola pemerintahan berbasis data dan teknologi atau smart governance.

Inovasi tersebut dipresentasikan dalam ajang The 6th International Conference on Smart City Innovation (ICSCI) 2026 yang digelar Smart City Universitas Indonesia pada 11–12 Mei 2026 di Grand Mercure Kemayoran, Jakarta.

Dalam kegiatan tersebut, Muhammad Helmi Candra berkolaborasi dengan Department of Solution Engineer PT Esri Indonesia serta peneliti dari Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Diponegoro.

Konferensi internasional bertema “Smart Governance and Technology-Driven Urban Transformation for Sustainable and Resilient Cities” itu menjadi forum global yang mempertemukan akademisi, praktisi, pemerintah, dan industri dalam membahas transformasi tata kelola perkotaan berbasis teknologi.

Keikutsertaan mahasiswa UNDIP dalam konferensi tersebut juga menjadi bagian dari implementasi program World Class University (WCU) melalui skema Student Go International (SGI) yang mendorong mahasiswa aktif terlibat dalam forum akademik internasional.

Dalam penelitiannya, tim mengembangkan model Spatial Tax Intelligence, yakni pendekatan berbasis geospasial yang dirancang untuk mendukung tata kelola pajak daerah yang lebih transparan, adaptif, dan berbasis data.

Model tersebut memanfaatkan integrasi data spasial dan data perpajakan untuk mengidentifikasi spatial-tax mismatch atau ketidaksesuaian antara aktivitas ekonomi suatu wilayah dengan kontribusi pajaknya.

Kolaborasi dengan PT Esri Indonesia dilakukan dalam pengembangan geospatial decision support system yang memungkinkan visualisasi data pajak melalui dashboard interaktif berbasis spasial.

Sistem tersebut dirancang untuk membantu pemerintah daerah dalam memetakan potensi pajak, mengidentifikasi wilayah dengan tingkat kepatuhan rendah, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data atau data-driven decision making.

“Partisipasi dalam ICSCI 2026 menjadi momentum penting bagi kami untuk memperkenalkan implementasi smart governance berbasis geospatial intelligence dari Indonesia ke forum internasional. Kolaborasi antara akademisi dan industri juga menjadi faktor penting dalam mendorong pengembangan solusi perkotaan yang lebih aplikatif, adaptif, dan berkelanjutan,” ujar Muhammad Helmi Candra.

Keikutsertaan tersebut sekaligus mencerminkan komitmen Universitas Diponegoro dalam mendukung riset multidisiplin dan inovasi teknologi untuk penguatan tata kelola perkotaan, khususnya di bidang smart city, urban analytics, dan digital governance.

(*)

Komentar