Mahasiswa Teknik Industri UNDIP Wakili Jawa Tengah di PILMAPRES Nasional 2026

Ni Wayan Sriyanti atau Atik mencatat berbagai prestasi nasional dan internasional serta aktif memberdayakan UMKM melalui komunitas yang digagasnya.

JURANEWS.ID, SEMARANG – Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro (UNDIP), Ni Wayan Sriyanti, berhasil mewakili Jawa Tengah dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (PILMAPRES) Program Sarjana tingkat nasional tahun 2026.

Mahasiswa angkatan 2023 yang akrab disapa Atik itu menjadi salah satu talenta muda UNDIP yang dinilai unggul secara akademik sekaligus aktif memberikan dampak bagi masyarakat melalui berbagai inovasi dan kegiatan pemberdayaan.

Perjalanan Atik di UNDIP dimulai melalui jalur Seleksi Bibit Unggul Berprestasi (SBUB) Karya Ilmiah. Sejak awal kuliah, ia aktif mengikuti berbagai ekosistem prestasi seperti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS), hingga Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW).

Selain menjalani aktivitas akademik, Atik juga menjadi asisten laboratorium di Studio Manajemen dan Kewirausahaan Teknik Industri UNDIP.

Ia juga menginisiasi Cening Community, sebuah komunitas yang fokus pada pemberdayaan UMKM dan peningkatan literasi keuangan bagi generasi muda, khususnya terkait bahaya judi online dan pinjaman online.

Rekam jejak prestasi Atik terbilang impresif. Pada 2024, ia berhasil menjadi finalis PIMNAS di bidang Karsa Cipta (KC). Selanjutnya pada 2025, ia meraih Juara 1 International Industrial Design and Seminar Competition yang diselenggarakan Program Studi Teknik Industri UNDIP.

Pengalaman internasionalnya semakin berkembang ketika mempresentasikan riset dalam forum Youth Leader Exchange and Conference di Thailand pada Februari 2026.

Tidak hanya aktif sebagai peserta kompetisi, Atik juga dipercaya menjadi mentor ajang internasional yang difasilitasi Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) sejak 2025.

Ia turut mendampingi delegasi Indonesia hingga meraih medali perak pada kompetisi internasional tahun 2025, setelah sebelumnya sukses memperoleh medali emas dalam ajang Young Inventor Challenge di Malaysia tahun 2023.

Bagi Atik, prestasi bukan hanya soal penghargaan, melainkan tentang sejauh mana inovasi yang dilakukan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Prinsip tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan riset dan pemberdayaan yang dijalankannya selama menempuh pendidikan di UNDIP.

Perjalanan menuju PILMAPRES 2026 pun tidak mudah. Atik harus membagi waktu antara aktivitas akademik teknik yang padat, organisasi, hingga persiapan substansi penilaian PILMAPRES.

“Saya tidak menyangka bisa menjadi Mahasiswa Berprestasi sampai tingkat wilayah. Rasanya senang dan bangga. Semua ini berkat dukungan UNDIP, orang tua, sahabat, dan teman-teman di sekitar saya,” ujarnya.

Ia juga mengaku mendapat dukungan besar dari lingkungan akademik UNDIP, mulai dari dosen hingga program studi yang aktif memberikan arahan dan pendampingan selama proses pengembangan prestasi.

Dukungan tersebut membuatnya semakin percaya diri menghadapi berbagai kompetisi nasional maupun internasional.

Atik menilai kegagalan merupakan bagian penting dalam perjalanan menuju kesuksesan. Ia pun mengajak mahasiswa lain agar tidak takut mencoba dan terus mengembangkan potensi diri.

“Habiskan kuota kegagalanmu, nikmati jaringan kesuksesanmu. Jangan takut gagal, karena kesuksesan yang indah sedang menanti di depan,” pungkasnya.

(*)

Komentar