JURANEWS.ID, LAMPUNG – Menteri Transmigrasi, Iftitah Sulaimana, mengunjungi Kecamatan Way Tuba, Kabupaten Way Kanan, untuk meninjau langsung kegiatan Tim Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (UNDIP) yang melakukan riset dan pemberdayaan masyarakat di kawasan transmigrasi.
Kunjungan ini menandai dukungan pemerintah terhadap kolaborasi akademik dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan kawasan transmigrasi.
Dalam kunjungannya, Menteri Iftitah menekankan perubahan paradigma transmigrasi yang kini fokus pada pemerataan sumber daya manusia dan pembangunan kapasitas masyarakat.
“Transmigrasi sekarang bukan hanya tentang perpindahan penduduk, tetapi pemerataan sumber daya manusia. Kita tidak lagi sekadar memindahkan orang, tetapi membangun kapasitas dan daya saing masyarakat di seluruh pelosok negeri,” ujarnya.
Menteri juga mengapresiasi inisiatif Tim Ekspedisi Patriot UNDIP yang berfokus pada penelitian komoditas unggulan kawasan transmigrasi, khususnya pengembangan karet dan kelapa sawit.
Menurutnya, riset ini dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat transmigran.
Ketua tim ekspedisi, Nani Kitti Sihaloho, menjelaskan bahwa Way Tuba memiliki potensi besar dalam pengembangan karet dan sawit.
“Way Tuba dan sekitarnya memiliki lahan yang sangat potensial untuk pengembangan karet dan sawit. Keduanya bukan hanya menjadi sumber penghidupan utama masyarakat, tetapi juga bisa membentuk klaster ekonomi baru jika dikelola secara terintegrasi,” jelasnya.
Tim Ekspedisi Patriot UNDIP mendorong pengembangan rantai nilai (value chain) karet dan sawit, mulai dari penguatan kelembagaan petani, peningkatan kapasitas produksi, hingga pembentukan unit pengolahan hasil di tingkat lokal.
Kunjungan Menteri Iftitah menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam membangun kawasan transmigrasi yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.
(*)










Komentar