Pasar Imlek Semawis Semarang Diramaikan, Tradisi Tuk Panjang Hadirkan Menu Khas Muslim Tionghoa Xinjiang’

Tuk Panjang Digelar di Gang Gambiran, Simbol Kebersamaan dan Kekeluargaan

JURANEWS.ID, SEMARANG – Perayaan Tahun Baru Imlek di Semarang kembali diramaikan dengan gelaran Pasar Imlek Semawis di kawasan Pecinan. Salah satu agenda utama adalah tradisi Tuk Panjang – meja panjang dengan berbagai hidangan khas – yang digelar saat pembukaan pada Jumat (13/2/2026) malam di Gang Gambiran.

 

Deretan kuliner yang disajikan antara lain kue moho, salad mentimun khas Tiongkok, pai huang gua, kebab kambing khas Xinjiang, claypot sapi khas Xinjiang, paha kambing bakar khas Xinjiang, serta minuman ginger peppermint.

 

Ketua Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis), Harjanto Halim, menjelaskan bahwa Tuk Panjang merupakan simbol utama perayaan Imlek, yakni kebersamaan dan kekeluargaan.

 

“Orang sering mengira Imlek itu soal angpau. Itu salah. Imlek itu adalah menjalin kekeluargaan, yang penting itu makan bersama,” ujar Harjanto.

 

Jamuan Terbatas 200 Orang, Hadirkan Menu Khas Xinjiang yang Dimasak Perantau Asal Sana

 

Tradisi Tuk Panjang yang awalnya bersifat keluarga kemudian direplikasi di ruang publik sebagai simbol kebersamaan pemerintah dan warga. Jamuan ini bersifat undangan terbatas untuk sekitar 200 orang, yang terdiri dari tokoh masyarakat, warga Pecinan, dan perwakilan pemerintah.

 

“Yang pasti warga pecinan, kemudian juga tokoh masyarakat, kepala pecinan juga. Jadi ini intinya ya simbol,” terangnya.

 

Yang menarik, tahun ini Tuk Panjang menghadirkan menu khas Muslim Tionghoa dari Xinjiang, dimasak langsung oleh perantau asal Xinjiang yang kini menjalankan restoran di Semarang. Beberapa hidangan juga menggunakan rempah khas Tiongkok seperti “mala” atau merica dari Tiongkok.

 

Setiap Hidangan Punya Makna Filosofis yang Mendalam

 

Beragam hidangan yang disajikan memiliki makna filosofis tersendiri:

 

– Kue Moho: Melambangkan rezeki yang merekah, dengan tekstur padat sebagai pengingat untuk memiliki pendirian teguh dan pribadi yang “berisi”.

– Salad Mentimun Khas Tiongkok (Pai Huang Gua): Simbol kesegaran dan kejernihan pikiran, mengingatkan bahwa keberuntungan sejati ada pada keseimbangan hidup.

– Kebab Kambing Khas Xinjiang: Melambangkan semangat membara dan persatuan keluarga, dengan daging yang ditusuk rapat menggambarkan kebersamaan yang tak tergoyahkan.

– Claypot Sapi Khas Xinjiang: Simbol ketahanan dan kesabaran, wadah tanah liat yang menyimpan panas melambangkan doa agar rezeki dan kebahagiaan tidak cepat menguap.

– Paha Kambing Bakar Khas Xinjiang: Melambangkan kemakmuran besar dan langkah kokoh memasuki tahun baru.

– Minuman Ginger Peppermint: Mencerminkan keseimbangan antara kerja keras progresif dan pikiran yang tetap tenang.

 

Pasar Semawis Buka Umum 3 Hari, Semarak dengan Pertunjukan Lintas Etnis

 

Pasar Imlek Semawis tahun ini digelar selama tiga hari, 13–15 Februari 2026, dari pagi hingga malam hari. Berbeda dengan Tuk Panjang yang bersifat undangan, pasar rakyat ini terbuka untuk umum. Semangat yang diusung adalah menjadikan Imlek sebagai milik bersama.

 

Kawasan Pecinan semarak dengan pertunjukan budaya lintas etnis, mulai dari wayang orang dengan tokoh Hanoman, Gatotkaca, hingga Cakil, legenda Tiongkok seperti Sun Go Kong, hingga cosplay karakter modern. Kawasan ini juga dihias ornamen shio tahun ini yaitu kuda api serta berbagai instalasi yang instagramable.

 

Harjanto menegaskan bahwa keberagaman adalah roh Kota Semarang yang sudah dijalani sehari-hari, bukan sekadar seremoni tahunan. “Jadi memang keberagaman ini menjadi rohnya Kota Semarang secara langsung dan bukan untuk dirayakan, karena sudah dijalani sehari-hari,” pungkasnya.

 

 

(*)

Komentar