JURANEWS.ID, KENDAL – Pelabuhan Kabupaten Kendal dipastikan tidak dapat melayani arus mudik maupun arus balik Lebaran 2026. Kepastian ini muncul meskipun sebelumnya pelabuhan tersebut sempat direncanakan kembali beroperasi setelah vakum selama dua tahun.
Target pengoperasian kembali pelabuhan untuk melayani pemudik tahun ini pun kembali gagal terealisasi, walaupun proses pengerukan sedimentasi di area dermaga telah dilakukan.
Kepala UPTD Pelabuhan Kendal, Budi Sulistyanto, mengatakan bahwa pembatalan tersebut merupakan keputusan dari manajemen PT Surya Timur Line (STL) selaku pemilik kapal KMP Shalem yang direncanakan beroperasi di pelabuhan tersebut.
“Dari manajemen menyampaikan belum berani, katanya ini berhubungan dengan keselamatan penumpang dan kapal itu sendiri,” ujar Budi, Rabu (18/3/2026).
Ia menjelaskan, KMP Shalem sejatinya diproyeksikan menggantikan operasional KMP Kalibodri yang sebelumnya melayani rute Kendal–Kumai, Kalimantan Tengah. Saat ini kapal tersebut telah bersandar dan menjalani proses docking rutin di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang sejak awal tahun.
Berdasarkan regulasi Kementerian Perhubungan Nomor 23 Tahun 2022 serta surat Direktur Operasional PT STL, KMP Shalem direncanakan melayani sejumlah rute, yakni Kendal–Kumai, Kendal–Pontianak, dan Kendal–Banjarmasin.
“Pertama Kendal–Kumai dulu, nanti Pontianak dan Banjarmasin juga,” imbuhnya.
Meski seluruh persyaratan administratif dan perizinan telah dinyatakan lengkap, Budi menyebut keputusan manajemen terkait aspek keselamatan menjadi faktor utama batalnya operasional kapal untuk musim mudik tahun ini.
“Semua administrasi dan perizinan sudah lengkap,” katanya.
Kendati demikian, KMP Shalem diperkirakan akan mulai beroperasi setelah masa Lebaran. Saat ini, proses pengerukan sedimentasi oleh pihak PT STL masih terus dilakukan guna memperlancar jalur masuk kapal menuju dermaga.
“Dari pihak agen dan manajemen kemungkinan besar kapal itu akan beroperasi setelah Lebaran. Untuk waktu pastinya belum tahu,” pungkasnya.
(*)














Komentar