JURANEWS.ID, PEMALANG — Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) berencana mengajukan penambahan Aparatur Sipil Negara (ASN) tenaga pendidikan pada tahun 2026.
Langkah tersebut dilakukan menyusul meningkatnya jumlah guru PNS yang memasuki masa pensiun setiap tahun, sementara sekolah tidak lagi diperbolehkan mengangkat guru honorer baru.
Kepala Dindikpora Kabupaten Pemalang, Supaat, mengatakan kebutuhan tenaga pendidik di sejumlah sekolah mulai meningkat akibat banyaknya posisi guru yang kosong setelah ditinggal pensiun.
“Ya benar angka pensiun guru PNS di tahun 2026 ini semakin banyak, jadi makin banyak posisi guru kosong baik SD maupun SMP. Jadi kita data terlebih dahulu dan pengajuan ke pusat,” ujar Supaat.
Menurutnya, Dindikpora saat ini tengah melakukan pendataan kebutuhan guru di berbagai jenjang pendidikan, terutama guru mata pelajaran di tingkat SMP.
Ia menjelaskan, sejumlah sekolah mengalami kekurangan tenaga pengajar karena tidak bisa lagi merekrut guru honorer sebagai pengganti ASN yang pensiun.
Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi proses belajar mengajar apabila tidak segera dilakukan pengisian formasi baru.
Karena itu, Pemkab Pemalang akan mengusulkan tambahan ASN guru kepada pemerintah pusat agar kebutuhan tenaga pendidik dapat terpenuhi.
Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, menyatakan mendukung langkah pengajuan tambahan ASN tenaga pendidikan tersebut.
Menurutnya, keberadaan guru sangat penting untuk menjaga kualitas dan kelancaran proses pembelajaran di sekolah.
“Tentu kami dorong agar bisa secepatnya diajukan, dan berharap pemerintah pusat bisa segera merealisasikannya. Jadi proses pembelajaran dapat berjalan maksimal,” kata Anom Widiyantoro.
Pemkab Pemalang berharap usulan penambahan ASN guru dapat segera mendapat persetujuan pemerintah pusat sehingga kekurangan tenaga pendidik di sekolah-sekolah dapat teratasi.
(*)













Komentar