JENEPONTO, JURANEWS.ID – PT PLN (Persero) Pusat Manajemen Proyek (Pusmanpro) melalui Unit Pelaksana Manajemen Konstruksi (UPMK) V memberikan edukasi keselamatan ketenagalistrikan kepada siswa UPT SD Negeri 3 Bangkala, Kabupaten Jeneponto.
Kegiatan yang digelar Selasa (22/9/2026) tersebut diikuti 28 siswa kelas 6, serta dihadiri Kepala UPT SD Negeri 3 Bangkala Darmawati, S.Pd., bersama 12 guru dan staf sekolah.
Edukasi dilakukan dengan pendekatan interaktif dan menyenangkan agar siswa lebih mudah memahami berbagai potensi bahaya listrik yang dapat ditemukan dalam aktivitas sehari-hari.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak mengenali sejumlah kondisi yang dapat meningkatkan risiko bahaya listrik.
Mulai dari penggunaan stop kontak secara berlebihan, kabel yang rusak, hingga potensi korsleting.
Siswa juga diperkenalkan dengan sejumlah tanda awal gangguan kelistrikan, seperti bau hangus, munculnya percikan api, serta peralatan listrik yang tidak berfungsi secara normal.
Manager PLN UPMK V, Ridwan Harjono, mengatakan edukasi keselamatan listrik sejak usia dini penting untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap potensi bahaya ketenagalistrikan.
“Edukasi keselamatan ketenagalistrikan bukan hanya tanggung jawab orang dewasa, melainkan sebuah budaya yang perlu ditanamkan sejak usia dini,” ujar Ridwan.
Ia berharap para siswa dapat menjadi pelopor keselamatan kelistrikan di lingkungan sekolah, keluarga, maupun tempat bermain.
“Melalui sosialisasi di UPT SD Negeri 3 Bangkala ini, kami berharap anak-anak dapat menjadi pelopor keselamatan kelistrikan, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun tempat bermain. Keselamatan adalah prioritas utama atau Safety First,” katanya.
Jangan Main Layang-Layang Dekat Jaringan Listrik
Selain mengenali potensi bahaya, siswa juga diberikan sejumlah imbauan keselamatan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satunya adalah tidak bermain layang-layang di dekat jaringan listrik.
Siswa juga diingatkan untuk tidak bermain air di sekitar stop kontak maupun peralatan listrik.
Jika menemukan kabel listrik terputus atau kondisi kelistrikan yang berpotensi membahayakan, siswa diminta segera melaporkannya kepada orang dewasa dan tidak menyentuh atau mendekati sumber bahaya.
General Manager PLN Pusmanpro, Aan Ridhoana Fitriaji, mengatakan edukasi di sekolah menjadi salah satu sarana untuk memperluas pemahaman mengenai keselamatan listrik sejak usia dini.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar cara menggunakan listrik dengan aman dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, pemahaman ini bisa mereka terapkan di rumah dan membantu keluarga lebih waspada terhadap potensi bahaya listrik,” ujar Aan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya PLN meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai keselamatan ketenagalistrikan, khususnya di lingkungan pendidikan.
Melalui edukasi sejak dini, PLN berharap pengetahuan mengenai penggunaan listrik yang aman dapat diterapkan siswa dalam aktivitas sehari-hari, baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mendukung terciptanya lingkungan yang lebih aman bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar infrastruktur ketenagalistrikan.
(*)
















Komentar