JURANEWS.ID, SEMARANG – Pelatih PSIS, Kahudi Wahyu, mengakui timnya masih memiliki sejumlah kelemahan setelah menelan kekalahan 2-0 dari Persipura Jayapura pada lanjutan kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026, Sabtu (20/9/2025) sore.
Meski kecewa dengan hasil akhir, Kahudi tetap memberikan apresiasi terhadap kerja keras para pemainnya.
“Pertama-tama saya bersyukur pertandingan berjalan lancar tanpa insiden. Selamat untuk Persipura yang berhasil memenangkan laga. Anak-anak sudah bermain lebih baik dibanding pertandingan sebelumnya, terutama dalam bertahan, meski tetap ada hal-hal yang harus kami evaluasi,” ujar Kahudi usai laga.
Menurutnya, kelemahan PSIS masih terlihat terutama dalam penyelesaian akhir dan konsistensi saat lawan melakukan tekanan.
“Kami berusaha menjaga keseimbangan ketika lawan menyerang dan sempat bisa memainkan bola dengan baik. Sayangnya, adaptasi pressing lawan belum berjalan maksimal. Untungnya di babak pertama kami bisa menahan imbang 0-0 berkat kedisiplinan pemain,” jelasnya.
Selain faktor teknis, PSIS juga terkendala komposisi pemain.
Kahudi menyebutkan salah satu legiun asingnya, Ivanovic, masih harus absen karena sanksi dari Komisi Disiplin.
Meski kalah, Kahudi menegaskan bahwa kompetisi masih panjang.
“Yang paling penting adalah konsistensi. Ini baru awal musim, masih banyak pertandingan ke depan. Saya berharap tim bisa terus memperbaiki performa dari hari ke hari dan tampil lebih baik lagi,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pemain yang sudah berjuang di lapangan.
“Dalam situasi apapun, anak-anak harus siap. Saya bangga mereka tetap menunjukkan semangat meski hasil belum memuaskan,” tutupnya.
(*)













Komentar