Ratusan Warga Padati Bantaran Kali Tawang Mas Semarang dalam Aksi Bersih Peringatan HPSN

454 Peserta Kumpulkan 1,2 Ton Sampah, Plastik Mendominasi dan Air Sungai Terlihat Hitam Berbau

JURANEWS.ID, SEMARANG — Ratusan warga memadati bantaran Kali Tawang Mas, sekitar Gereja Katolik Paroki Santo Mikael Semarang Indah, Kota Semarang, pada Selasa pagi. Dengan sarung tangan dan karung di tangan, mereka bergotong royong memunguti sampah yang mengotori sungai dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN).

 

Di antara peserta, Ony (21), mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes), mengaku terkejut saat melihat kondisi sungai dari dekat. “Sebenarnya aku agak kaget sih pas ke sini. Kok banyak banget gitu sampahnya, sedangkan kayaknya tempat ini tuh bukan tempat yang kayak buat tempat pembuangan,” ujarnya di sela kegiatan.

 

Menurut Ony, kondisi sungai cukup memprihatinkan. Sampah menumpuk di beberapa titik, sebagian mengapung mengikuti arus air yang tampak hitam, dan bau tak sedap tercium menyengat. “Tempat ini tuh harusnya dijaga, harus dilestarikan karena memang ini tempat umum,” tambahnya.

 

Hasil aksi bersih-bersih menunjukkan sampah plastik mendominasi, mulai dari kantong kresek, botol minuman, hingga kemasan makanan sekali pakai. “Yang paling banyak plastik. Itu kan susah terurai, jadi memang bahaya kalau terus dibiarkan,” katanya.

 

Sebagian peserta menyampaikan harapan agar kegiatan serupa terus dijalankan secara berkala. “Harapannya mungkin 2 minggu sekali lah bisa diadakan kegiatan seperti ini karena ya memang mengingat ini tuh tempatnya banyak orang,” tambah Ony.

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Glory Nasarani, menyebut total peserta yang hadir mencapai 454 orang dari berbagai komponen.

 

“Ini yang hadir 454 orang dari semua komponen. Baik dari OPD, Forkompimda, LSM, pemerhati lingkungan, komunitas, sampai kelompok agama. Jadi komplit sekali hari ini,” ujarnya.

 

Menurut Glory, aksi tersebut merupakan rangkaian peringatan HPSN sekaligus tindaklanjuti arahan Presiden terkait gerakan Indonesia Asri dan instruksi Gubernur Jawa Tengah untuk melaksanakan aksi bersih serentak.

 

“Kalau kemarin kita bersih di hulu (Sungai Jaten), sekarang di hilirnya (Kali Tawang Mas),” jelasnya.

 

Dari kegiatan ini, tercatat sebanyak 1,2 ton sampah berhasil dikumpulkan dari satu ruas sungai relatif pendek. Angka tersebut belum termasuk hasil pengerukan sedimentasi yang didukung oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU).

 

“Yang paling banyak memang dari pengerukan yang didukung teman-teman PU, itu sampai mencapai dua dump truk,” katanya.

 

Glory menambahkan, pihaknya telah menginventarisasi sejumlah sungai lain sebagai lokasi kegiatan serupa. Prioritas diberikan pada sungai yang sering dikeluhkan masyarakat, kerap kotor, dan berisiko menimbulkan banjir akibat sumbatan sampah.

 

“Kami juga mempertimbangkan aspek keamanan pada saat pembersihan dan beberapa yang perlu koordinasi lebih lanjut misalnya dengan BBWS,” imbuhnya.

 

(*)

Komentar