JURANEWS.ID, SEMARANG – Teknologi ponsel lipat terus mengalami perkembangan pesat. Apa yang pada 2019 masih terlihat sebagai konsep futuristis, kini telah berkembang menjadi lini perangkat dengan beragam fungsi, mulai dari produktivitas, hiburan, fotografi hingga fitur berbasis kecerdasan buatan atau Galaxy AI.
Perjalanan tersebut menjadi bagian dari evolusi Samsung Galaxy Z Series yang dimulai dari Galaxy Fold pada 2019 hingga generasi terbaru Galaxy Z8 Series yang diperkenalkan pada 2026.
Samsung kini menghadirkan tiga perangkat dengan karakter berbeda, yakni Galaxy Z Fold8 Ultra, Galaxy Z Fold8, dan Galaxy Z Flip8.
Ketiganya dirancang untuk kebutuhan yang berbeda, mulai dari layar besar untuk produktivitas dan kreasi konten, pengalaman imersif untuk menikmati berbagai konten, hingga perangkat ringkas untuk ekspresi diri dan interaksi cepat.
Sejak memperkenalkan Galaxy Fold generasi pertama, Samsung mengembangkan teknologi foldable secara bertahap.
Pengembangan tidak hanya dilakukan pada kemampuan layar untuk dilipat, tetapi juga mencakup desain dan form factor, ketahanan perangkat, kamera, multitasking, hingga integrasi kecerdasan buatan.
Galaxy Z Fold kemudian berkembang sebagai perangkat yang mengutamakan pengalaman layar besar untuk produktivitas dan hiburan.
Sementara itu, Galaxy Z Flip menawarkan pendekatan berbeda melalui desain clamshell yang lebih ringkas dan membuka berbagai kemungkinan baru dalam fotografi, pembuatan konten serta interaksi melalui cover screen.
Pada 2026, Samsung memperluas portofolio foldable melalui Galaxy Z Fold8 Ultra, Galaxy Z Fold8 dan Galaxy Z Flip8.
Galaxy Z Fold8 Ultra menjadi foldable pertama Samsung dengan standar Ultra. Perangkat ini membawa layar utama berukuran 8 inci yang dirancang untuk mendukung multitasking dan kreasi konten.
Sektor kameranya juga membawa pendekatan Ultra melalui kamera utama 200MP dengan kemampuan HDR dalam mode 200MP, kamera ultra-wide 50MP baru, peningkatan Nightography serta kemampuan merekam video 8K dengan codec APV dan Cine LUT terbaru.
Sementara Galaxy Z Fold8 membawa form factor baru dengan rasio layar yang dioptimalkan.
Perangkat ini memiliki layar cover dengan rasio 10:16 untuk berbagai interaksi sehari-hari dan layar utama dengan rasio 4:3 yang dirancang untuk bermain game, menonton film hingga membaca.
Dengan bobot 201 gram, Galaxy Z Fold8 disebut sebagai Galaxy Z Fold paling ringan yang pernah dibuat Samsung.
Samsung juga memperkenalkan struktur Flex Titanium di seluruh Galaxy Z Series. Struktur tersebut memadukan lapisan film berbahan titanium alloy dengan pelat titanium untuk mendukung desain perangkat yang lebih tipis dan memperkuat struktur layar.
Galaxy Z Flip8 Fokus pada Ekspresi Diri
Berbeda dengan lini Fold, Galaxy Z Flip8 membawa pendekatan yang lebih ringkas.
FlexWindow yang dirancang ulang memungkinkan pengguna mengakses aplikasi, insight dan berbagai tindakan langsung melalui cover screen.
Fitur Now Brief pada FlexWindow juga dirancang untuk memberikan insight serta langkah selanjutnya yang relevan kepada pengguna.
Untuk kamera, Galaxy Z Flip8 membawa kamera 50MP dan ProVisual Engine yang dipadukan dengan berbagai fitur seperti FlexCam, Flex Mode, Camcorder Grip dengan Zoom Rocker, Super Steady dengan Horizontal Lock, FlipShot dan Mirror View.
Dengan bobot 180 gram dan ketebalan 6,1 mm, Galaxy Z Flip8 disebut sebagai Galaxy Z Flip paling tipis dan ringan yang pernah dibuat Samsung.
Salah satu perubahan besar dalam perjalanan Galaxy Z Series terjadi pada 2024 ketika Samsung mulai menghadirkan Galaxy AI pada perangkat foldable.
Pada Galaxy Z Fold6, berbagai kemampuan AI dirancang untuk mendukung produktivitas di layar besar, termasuk Note Assist, Composer dan Sketch to Image.
Sementara pada Galaxy Z Flip6, Galaxy AI mendukung pengalaman kreasi konten.
Salah satunya melalui fitur Auto Zoom pada FlexCam yang dapat mendeteksi subjek dan menyesuaikan framing secara otomatis ketika pengguna mengambil foto atau video secara hands-free.
Memasuki 2025, Galaxy Z Fold7 membawa kamera wide-angle 200MP pertama di lini Galaxy Z.
Galaxy Z Fold7 juga hadir dengan ketebalan 8,9 mm ketika dilipat dan bobot 215 gram.
Di sisi lain, Galaxy Z Flip7 memperkenalkan FlexWindow edge-to-edge berukuran 4,1 inci sehingga pengguna dapat mengakses berbagai fitur, termasuk pengalaman berbasis AI seperti Now Brief, tanpa harus membuka perangkat.
Samsung kemudian semakin fokus meningkatkan ketahanan dan fleksibilitas penggunaan perangkat foldable.
Pada 2021, Galaxy Z Fold3 dan Galaxy Z Flip3 membawa ketahanan air IPX8. Kedua perangkat tersebut juga menggunakan Armor Aluminum.
Setahun berikutnya, Galaxy Z Fold4 menjadi foldable pertama Samsung yang menggunakan Android 12L, sistem operasi Android yang dirancang untuk pengalaman layar besar.
Taskbar baru memberikan pengalaman multitasking yang lebih menyerupai PC, sementara gesture swipe membantu pengguna berpindah antar-aplikasi.
Galaxy Z Flip4 juga memperluas fungsi FlexCam untuk pengambilan foto dan video secara hands-free.
Pada 2023, Galaxy Z Fold5 memperkenalkan Flex Hinge baru. Sementara Galaxy Z Flip5 membawa FlexWindow berukuran 3,4 inci yang memberikan akses lebih luas ke widget, pesan dan berbagai fungsi kamera melalui cover screen.
Semua perjalanan tersebut bermula pada 2019 ketika Samsung memperkenalkan Galaxy Fold.
Perangkat tersebut membawa layar 7,3 inci Infinity Flex Display yang memungkinkan perangkat berukuran ringkas berubah menjadi layar lebih besar.
Galaxy Fold juga memperkenalkan konsep App Continuity dan Multi-Active Window untuk menggabungkan kemampuan hardware dan software dalam form factor baru.
Setahun kemudian, Samsung memperkenalkan Galaxy Z Fold2 sekaligus Galaxy Z Flip pertama.
Galaxy Z Fold2 membawa layar cover 6,2 inci dan memperkenalkan Flex Mode yang memungkinkan perangkat digunakan dalam berbagai sudut.
Galaxy Z Flip menggunakan layar foldable berbahan kaca melalui teknologi Ultra-Thin Glass dari Samsung.
Perjalanan Galaxy Z Series menunjukkan bagaimana teknologi foldable berkembang dari sekadar eksperimen desain menjadi kategori perangkat dengan berbagai fungsi.
Perubahannya mencakup layar yang semakin luas, mekanisme engsel, ketahanan, kamera, kemampuan multitasking, desain yang semakin tipis dan ringan hingga integrasi Galaxy AI.
Samsung menyebut inovasi tersebut sebagai hasil dari pengalaman dan pengembangan selama bertahun-tahun.
Pada 2026, lini Galaxy Z8 Series hadir dengan pendekatan yang lebih beragam melalui tiga perangkat: Galaxy Z Fold8 Ultra untuk produktivitas dan kreasi konten berstandar Ultra, Galaxy Z Fold8 untuk pengalaman layar besar yang imersif, serta Galaxy Z Flip8 untuk ekspresi diri dan interaksi cepat.
Perjalanan teknologi foldable Samsung pun belum berhenti. Perusahaan menyatakan akan terus mengembangkan pengalaman foldable agar semakin intuitif, mumpuni dan seamless bagi pengguna.
(*)



![[DBS] Foto 1 - Ilustrasi DBS](https://juranews.id/wp-content/uploads/2026/09/DBS-Foto-1-Ilustrasi-DBS-300x178.jpg)











Komentar