Sejumlah Daerah Dilanda Banjir dan Cuaca Ekstrem

BNPB Imbau Warga Tetap Waspada

JURANEWS.ID, SEMARANG – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah peristiwa bencana hidrometeorologi yang melanda berbagai wilayah Indonesia dalam 24 jam terakhir, sejak Senin (10/11) hingga Selasa (11/11).

Bencana yang terjadi meliputi banjir, angin kencang, cuaca ekstrem, dan tanah longsor di beberapa provinsi, antara lain Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Maluku Utara.

Di Provinsi Nusa Tenggara Barat, banjir menerjang Kabupaten Dompu dan Bima.

Di Dompu, hujan deras disertai angin kencang menyebabkan meluapnya air di Kecamatan Kilo hingga merendam dua desa, yakni Kramat dan Lasi.

Sebanyak 90 kepala keluarga terdampak, dengan puluhan rumah mengalami kerusakan. Pemerintah daerah setempat telah menetapkan status tanggap darurat hingga 19 November 2025.

Sementara di Kabupaten Bima, hujan berintensitas tinggi mengakibatkan banjir di empat kecamatan, yakni Sanggar, Bolo, Soromandi, dan Wera, dengan 2.347 jiwa terdampak dan 739 rumah tergenang.

Masih di Bima, bencana angin kencang juga melanda Kecamatan Wawo pada hari yang sama dan merusak atap 15 rumah warga.

BPBD setempat bersama aparat desa melakukan pendataan dan penanganan awal di lokasi.

Berbagai bantuan logistik dan perbaikan darurat kini tengah diupayakan, termasuk penyediaan material bangunan dan alat berat untuk pembersihan material banjir.

Dari Jawa Timur, banjir terjadi di Kabupaten Nganjuk akibat meluapnya drainase di Desa Balong Gebang, Kecamatan Gondang.

Sekitar 130 kepala keluarga terdampak, meski air sudah surut dan warga mulai beraktivitas normal.

Sementara itu, tanah longsor di Kabupaten Magetan, Kecamatan Poncol, menewaskan satu orang dan melukai satu lainnya setelah tebing longsor menimpa pengendara motor.

Dua rumah dan satu jembatan juga mengalami kerusakan.

Di Jawa Barat, cuaca ekstrem melanda Kabupaten Garut pada Kamis (6/11) malam.

Hujan disertai angin kencang merusak puluhan rumah dan satu bangunan sekolah di Kecamatan Cilawu dan Banyuresmi.

Sebanyak 22 kepala keluarga atau 84 jiwa terdampak, namun tidak ada korban jiwa.

Perbaikan rumah dan fasilitas umum kini dilakukan secara bertahap dengan dukungan BPBD setempat.

Sementara itu di Maluku Utara, Kabupaten Halmahera Timur dilaporkan mengalami puting beliung yang merusak tujuh rumah di dua kecamatan, Maba dan Kota Maba.

Abdul Muhari, Ph.D. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Hal ini seiring meningkatnya intensitas hujan di berbagai daerah, serta segera melapor ke aparat setempat jika muncul tanda-tanda ancaman bencana seperti kenaikan debit air atau pergerakan tanah.

(*)

Komentar