JURANEWS.ID, SEMARANG – PT TBS Energi Utama Tbk menggandeng Bank DBS Indonesia untuk mempercepat dekarbonisasi melalui peluncuran Climate Transition Plan (CTP) sebagai peta jalan menuju target netral karbon pada 2030.
CTP yang diluncurkan pada November 2025 tersebut merupakan pengembangan dari strategi TBS2030 yang diperkenalkan pada 2022. Dokumen ini memuat panduan komprehensif terkait upaya dekarbonisasi operasional dan transformasi portofolio bisnis perusahaan menuju energi rendah karbon.
Melalui kolaborasi ini, Bank DBS Indonesia berperan sebagai mitra pembiayaan utama yang mendukung akses pendanaan berkelanjutan. Dukungan tersebut dinilai memperkuat kredibilitas strategi transformasi TBS sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap arah bisnis jangka panjang perusahaan.
TBS menjadi salah satu perusahaan energi terintegrasi pertama di Indonesia yang secara terbuka memformalkan strategi transisi energi dalam bentuk Climate Transition Plan. Langkah ini juga mempertegas komitmen perusahaan dalam menghadirkan transisi rendah karbon yang terukur dan transparan.
Dalam implementasinya, TBS berencana mengalihkan sumber pendapatan dari sektor berbasis fosil ke tiga pilar utama, yakni pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan mobilitas listrik. Strategi ini disusun dengan mengacu pada standar internasional, termasuk European Sustainability Reporting Standards (ESRS).
Sebagai langkah konkret, TBS telah melakukan divestasi dua aset pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara pada 2024 yang sebelumnya menyumbang sekitar 86 persen emisi operasional perusahaan. Selain itu, perusahaan juga menargetkan penghentian operasional penambangan batu bara pada 2027.
Direktur TBS, Juli Oktarina, menyatakan bahwa CTP menjadi panduan strategis perusahaan dalam mencapai target netral karbon. Ia menegaskan bahwa keberlanjutan kini menjadi inti dari strategi pertumbuhan jangka panjang TBS, didukung investasi hingga 600 juta dolar AS serta kolaborasi dengan DBS.
Sementara itu, Director Institutional Banking Group Bank DBS Indonesia, Anthonius Sehonamin, menilai kolaborasi ini sebagai langkah penting dalam mendorong transisi menuju ekonomi rendah karbon. Ia menegaskan komitmen Bank DBS Indonesia untuk terus mendukung nasabah melalui pembiayaan berkelanjutan dan pendampingan strategis guna mencapai target net zero, sejalan dengan agenda nasional Net Zero Emission 2060.
(*)








Komentar