JURANEWS.ID, MALANG – Aksi ugal-ugalan sebuah truk dump di jalur rawan kecelakaan Malang–Blitar berujung keributan dengan pengendara sepeda motor. Insiden tersebut terjadi di wilayah Ngantang, Kabupaten Malang, Senin (9/2/2026), dan sempat mengganggu arus lalu lintas.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat truk dump melaju dengan kecepatan tinggi dan nekat melakukan manuver mendahului kendaraan lain dengan mengambil jalur berlawanan (ngeblong). Aksi tersebut dinilai sangat membahayakan pengguna jalan lain.
Seorang pengendara sepeda motor yang datang dari arah berlawanan nyaris menjadi korban akibat manuver berbahaya tersebut. Merasa keselamatannya terancam, pengendara motor kemudian mengejar dan menghentikan truk dump di tengah jalan.
Cekcok mulut pun terjadi antara pengendara motor dan sopir truk. Situasi memanas hingga berujung pada tindakan fisik, sebagaimana terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial.
Dalam rekaman video tersebut, terlihat pengendara motor yang mengenakan jaket gelap melepas helmnya dan memukul sopir truk dump. Aksi itu langsung menuai perhatian pengguna jalan lain.
“Sopir truknya ugal-ugalan, hampir mencelakai pengendara motor dari arah berlawanan. Karena emosi, pengendara motor memukul sopir truk pakai helm,” ujar salah satu saksi mata di lokasi kejadian.
Sejumlah warga dan pengguna jalan yang melintas segera melerai pertikaian untuk mencegah konflik semakin meluas. Akibat kejadian tersebut, arus lalu lintas di jalur penghubung Malang–Blitar sempat mengalami kemacetan singkat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait penanganan kasus tersebut. Namun, pihak berwenang kembali mengimbau seluruh pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan besar, untuk menaati aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan bersama.
Jalur Malang–Blitar dikenal sebagai salah satu ruas jalan rawan kecelakaan. Oleh karena itu, kehati-hatian dan sikap saling menghargai antar pengguna jalan dinilai sangat penting guna mencegah terjadinya insiden serupa di kemudian hari.
(*)














Komentar