JURANEWS.ID, SEMARANG — Universitas BPD Semarang terus memperluas jejaring kerja sama dengan dunia industri dan mitra internasional guna meningkatkan kompetensi mahasiswa sekaligus membuka peluang karier yang lebih luas bagi lulusannya.
Rektor Universitas BPD Semarang, Prof. Dr. Sri Tutie Rahayu, M.Si, mengatakan penguatan kerja sama menjadi salah satu strategi kampus dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap bersaing di dunia kerja nasional maupun internasional.
“Kami ingin mahasiswa memiliki pengalaman dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri. Karena itu, kerja sama dengan berbagai mitra terus kami kembangkan, baik di dalam maupun luar negeri,” ujarnya di Semarang, Senin (15/6).
Salah satu kerja sama yang saat ini diperkuat adalah dengan LPK Yamaguchi Indonesia. Melalui program tersebut, mahasiswa maupun peserta yang berminat bekerja atau magang di Jepang akan mendapatkan pembekalan bahasa, budaya, serta wawasan mengenai lingkungan kerja di negara tersebut.
Menurut Sri Tutie, program ini menjadi peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman internasional sekaligus meningkatkan daya saing saat memasuki dunia kerja.
“Kami ingin membuka lebih banyak akses bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman global. Jepang menjadi salah satu tujuan yang memiliki kebutuhan tenaga kerja cukup besar dan menawarkan peluang pengembangan karier yang baik,” katanya.
Selain menjalin kerja sama internasional, Universitas BPD Semarang juga memperkuat kemitraan dengan berbagai sektor industri dan lembaga keuangan.
Kampus saat ini tengah mengembangkan kolaborasi dengan Bank Jateng serta jaringan BPR di Jawa Tengah untuk mendukung pengembangan pendidikan yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Sri Tutie menjelaskan, sinergi tersebut tidak hanya mendukung proses pembelajaran, tetapi juga membuka peluang magang, praktik kerja, hingga rekrutmen bagi lulusan. Di bidang akademik, Universitas BPD Semarang juga mengembangkan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Melalui program ini, pengalaman kerja yang dimiliki peserta dapat diakui dan dikonversi menjadi satuan kredit semester (SKS), sehingga masa studi dapat ditempuh lebih singkat.
“Program RPL memberikan kesempatan kepada masyarakat yang telah memiliki pengalaman kerja untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus memulai dari nol. Kompetensi yang diperoleh selama bekerja dapat diakui sebagai bagian dari proses pembelajaran,” jelasnya.
Sebagai bagian dari penguatan kerja sama internasional, Universitas BPD Semarang juga akan menggelar workshop budaya dan bahasa Jepang pada 18 Juni 2026. Kegiatan tersebut akan dirangkai dengan penandatanganan kerja sama strategis bersama Bank Jateng dan LPK Yamaguchi Indonesia.
Melalui berbagai program tersebut, Universitas BPD Semarang terus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang berorientasi pada kebutuhan industri dan pengembangan karier global. Sejalan dengan visi “From Campus to Global Career”, kampus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang mampu menghasilkan lulusan adaptif, kompeten, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja masa depan.
(*)










Komentar