JURANEWS.ID, SEMARANG – Universitas BPD Semarang membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas melalui berbagai program beasiswa bagi calon mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027. Mulai dari Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Beasiswa Panut Harsono, hingga program khusus bagi lulusan SMA/SMK yang belum sempat melanjutkan kuliah pada tahun kelulusannya.
Rektor Universitas BPD Semarang, Prof. Dr. Sri Tutie Rahayu, M.Si, mengatakan bahwa kampus berkomitmen membantu masyarakat memperoleh pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya.
Salah satu program unggulan yang tersedia adalah KIP Kuliah, beasiswa yang seluruh pembiayaannya ditanggung pemerintah selama delapan semester.
“KIP Kuliah merupakan beasiswa penuh yang membiayai seluruh kebutuhan kuliah mahasiswa hingga delapan semester. Selain biaya pendidikan, mahasiswa juga mendapatkan bantuan biaya hidup setiap bulan dari pemerintah,” ujar Prof. Sri Tutie, Senin (15/6).
Untuk jalur KIP Kuliah Aspirasi, Universitas BPD Semarang akan memfokuskan penerimaan dari tiga wilayah utama, yakni Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Brebes.
Sementara untuk jalur KIP Kuliah reguler, kampus juga membuka kesempatan bagi calon mahasiswa dari wilayah Semarang meskipun dengan kuota yang lebih terbatas.
“Kami tetap membuka KIP Kuliah reguler untuk wilayah Semarang. Kuotanya memang tidak terlalu banyak, sekitar 10 hingga 15 mahasiswa,” jelasnya.
Selain KIP Kuliah, Universitas BPD Semarang juga menyediakan Beasiswa Panut Harsono, yaitu program bantuan pendidikan yang membebaskan seluruh biaya kuliah hingga delapan semester.
Melalui program ini, mahasiswa tidak dikenakan biaya pendidikan selama masa studi. Namun, kebutuhan biaya hidup tetap menjadi tanggung jawab mahasiswa.
“Beasiswa Panut Harsono memberikan pembebasan biaya kuliah secara penuh sampai lulus. Kami berharap program ini dapat membantu calon mahasiswa yang memiliki potensi akademik tetapi menghadapi keterbatasan ekonomi,” kata Prof. Sri Tutie.
Untuk memperoleh beasiswa tersebut, calon penerima harus mengikuti proses seleksi dan tes yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Juni 2026.
Tak hanya menyasar lulusan baru, Universitas BPD Semarang juga menghadirkan program beasiswa khusus bagi lulusan SMA dan SMK tahun-tahun sebelumnya yang belum melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Program ini lahir dari temuan bahwa cukup banyak lulusan sekolah menengah yang memilih bekerja terlebih dahulu atau menunda kuliah setelah lulus.
“Berdasarkan data yang ada, banyak lulusan SMA dan SMK yang belum langsung melanjutkan kuliah. Karena itu kami memberikan berbagai potongan biaya dan kemudahan khusus bagi mereka yang ingin kembali melanjutkan pendidikan,” ungkapnya.
Selain ketiga program tersebut, Universitas BPD Semarang juga memiliki beragam skema beasiswa prestasi, baik tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional.
Menurut Prof. Sri Tutie, calon mahasiswa yang memiliki prestasi akademik maupun non-akademik dapat berkonsultasi langsung dengan pihak kampus untuk mendapatkan program beasiswa yang paling sesuai.
“Kami memiliki banyak pilihan beasiswa. Bagi siswa yang memiliki prestasi, silakan datang dan berkonsultasi. Nanti akan kami bantu mencocokkan dengan skema beasiswa yang tersedia,” pungkasnya.
Melalui berbagai program bantuan pendidikan tersebut, Universitas BPD Semarang berharap semakin banyak generasi muda yang dapat mengakses pendidikan tinggi berkualitas dan meningkatkan daya saing mereka di dunia kerja.
(*)










Komentar