JURANEWS.ID, PEMALANG – Dinamika pemilihan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pemalang tahun 2026 kian menguat. Di tengah persaingan yang mengerucut, mundurnya salah satu bakal calon, Hengki Wijaya, menjadi sorotan dalam proses menuju Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab).
Penilaian tersebut disampaikan mantan Ketua Bidang (Kabid) Organisasi KONI Jawa Tengah, Untung Budiarso, kepada awak media di Pemalang, Kamis (19/3/2026).
Menurut Untung, sebelumnya proses pemilihan diwarnai kemunculan enam kandidat yang menunjukkan tingginya antusiasme insan olahraga dalam membangun prestasi daerah. Namun, mundurnya Hengki Wijaya kini mengubah peta persaingan.
“Ini menunjukkan dinamika yang hidup. Awalnya ada enam kandidat, tetapi dengan mundurnya Pak Hengki, kontestasi menjadi lebih mengerucut,” ujarnya.
Dalam tahapan pencalonan, panitia menetapkan syarat dukungan minimal 20 persen dari total cabang olahraga (cabor) di Kabupaten Pemalang. Ketentuan ini dinilai penting untuk memastikan kandidat memiliki basis dukungan yang jelas.
Di sisi lain, Untung juga menyoroti capaian prestasi olahraga Pemalang yang mengalami peningkatan pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah ke-15, dari peringkat 33 menjadi posisi 24.
Meski demikian, ia menilai tantangan ke depan tetap besar. Ketua KONI terpilih diharapkan mampu membangun kerja kolektif bersama seluruh cabor guna meningkatkan prestasi secara berkelanjutan.
“Ketua KONI ke depan harus mampu merangkul semua cabang olahraga, karena prestasi lahir dari atlet dan pembinaan di masing-masing cabor,” tegasnya.
Lebih lanjut, Untung mengapresiasi langkah Hengki Wijaya yang memilih mundur meski telah melengkapi berkas pencalonan. Ia menilai keputusan tersebut sebagai bentuk sportivitas dalam organisasi olahraga.
“Mundurnya Pak Hengki saya nilai sebagai sikap kesatria dan sportivitas. Ini juga memberi ruang kepada Pak Prasetyo Widyatmoko yang telah mendapatkan dukungan mayoritas,” katanya.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi contoh kedewasaan dalam berorganisasi sekaligus menjaga kondusivitas menjelang Musorkab.
Untung berharap, mundurnya Hengki Wijaya tidak mengganggu soliditas internal KONI Pemalang. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan demi kemajuan olahraga daerah.
“Ini harus menjadi pembelajaran bahwa sportivitas tetap diutamakan. Semua pihak, termasuk yang tidak terpilih, harus tetap mendukung ketua umum terpilih nanti,” pungkasnya.
(*)














Komentar