JURANEWS.ID, JAKARTA – Dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,7 yang mengguncang Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (8/4) pukul 23.12 WIB mulai terlihat jelas. Berdasarkan data terbaru, tercatat lima desa mengalami kerusakan akibat getaran gempa tersebut.
Berdasarkan pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur per Kamis (9/4) pukul 17.00 WIB, wilayah terdampak tersebar di Pulau Adonara dan Pulau Solor.
Lima desa yang terdampak adalah Desa Terong, Lamahala Jaya, Dawataa, dan Karing Lamalouk di Kecamatan Adonara Timur, serta Desa Motonwutun di Kecamatan Solor Timur.
Secara keseluruhan, terdapat 215 unit rumah warga yang mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan yang bervariasi. Selain hunian warga, sejumlah fasilitas umum juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Rincian Kerusakan:
* Desa Terong: 134 rumah rusak dan 2 fasilitas umum terdampak.
* Desa Lamahala Jaya: 70 rumah rusak dan 4 fasilitas umum terdampak.
* Desa Dawataa: 6 rumah rusak.
* Desa Karing Lamalouk: 1 rumah rusak.
* Desa Motonwutun: 4 rumah rusak dan 2 fasilitas umum terdampak.
Akibat kejadian ini, sedikitnya 1.100 jiwa warga memutuskan untuk mengungsi secara mandiri. Mereka memilih bertempat tinggal sementara di rumah keluarga atau mendirikan tenda di lokasi yang dinilai lebih aman, terutama yang berasal dari Desa Terong (670 jiwa) dan Lamahala Jaya (430 jiwa).
Sampai laporan ini diterbitkan, BPBD Kabupaten Flores Timur terus melakukan upaya penanganan darurat. Tim telah berada di lokasi dan mulai menggeser bantuan logistik serta peralatan dari Kota Larantuka menuju Pulau Adonara untuk segera didistribusikan kepada masyarakat terdampak.
(*)














Komentar