KLIK LINK UNTUK MELIHAT VIDEO : https://vt.tiktok.com/ZSbcAmEXt/
SEMARANG, JURANEWS.ID – Perayaan 20 tahun perjalanan Sanggar Kreativitas De Creative Kingdom atau De’Credom di Semarang berlangsung meriah melalui pertunjukan drama musikal Party du Royaume di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Sabtu (10/10/2026).
Tak sekadar menampilkan seni pertunjukan, perayaan ini menjadi panggung bagi ratusan talenta muda untuk menunjukkan kreativitas sekaligus memperkuat karakter.
Sanggar yang berada di bawah naungan Gereja GBI Gajah Mada Semarang tersebut selama dua dekade menjadi wadah pendidikan dan pengembangan kreativitas anak-anak serta generasi muda melalui seni tari, musik, vokal, dan drama.
Pertunjukan Party du Royaume menjadi puncak perayaan perjalanan De’Credom. Sebelum drama musikal digelar, rangkaian acara diawali dengan lomba singing contest pada pagi hari. Pertunjukan utama kemudian berlangsung dalam dua sesi, yakni pukul 16.00 WIB dan 19.00 WIB.
Founder De Creative Kingdom, Anne Wijaya, mengungkapkan bahwa perjalanan dua dekade De’Credom bermula dari mimpi sederhana untuk menghadirkan wadah pendidikan seni bagi anak-anak dan generasi muda di Semarang.
Mimpi tersebut diwujudkan melalui pengembangan sekolah tari, musik, serta pembelajaran berbagai talenta seni pertunjukan. Dalam perjalanannya, sanggar terus berkembang dengan dukungan banyak pihak dan keyakinan terhadap penyertaan Tuhan.
“Dua puluh tahun mungkin semua ketika di awal hanya mimpi. Mimpi ingin punya sekolah tari, sekolah musik, dan sekolah talenta di Semarang. Namun, ketika kami mendapat berkat dan anugerah untuk membuat sanggar kreativitas, semuanya Tuhan turut bekerja di dalamnya,” ujar Anne.
Menurutnya, perjalanan selama 20 tahun tidak selalu berjalan mudah. Berbagai pengalaman suka dan duka menjadi bagian dari proses membangun sanggar hingga berkembang seperti sekarang.
Salah satu pencapaian yang disyukurinya adalah pertumbuhan para murid. Anak-anak yang dahulu belajar di De’Credom kini telah beranjak dewasa. Bahkan, beberapa alumni kembali bergabung sebagai pengajar untuk mendampingi generasi berikutnya.
“Jadi benar-benar ada progres yang nyata. Ada regenerasi, ada perkembangan yang benar-benar terlihat,” ungkapnya.
Drama Musikal Party du Royaume Libatkan 225 Pengisi Pertunjukan
Drama musikal Party du Royaume, yang berarti pesta kerajaan, menjadi salah satu karya yang menunjukkan kemampuan De’Credom dalam menggabungkan berbagai disiplin seni ke dalam satu pertunjukan.
Produksi ini melibatkan sekitar 150 penari, 30 penyanyi, 20 pemain musik, dan 25 pemain drama. Selain para pengisi pertunjukan, ratusan orang lainnya turut mendukung proses produksi, kepanitiaan, dan pekerjaan di balik layar.
Mengusung latar kerajaan Prancis klasik, pertunjukan tersebut memadukan tari, musik, vokal, akting, serta visual untuk membangun cerita yang sarat pesan.
Kisahnya berangkat dari penantian panjang sepasang raja dan ratu yang akhirnya dianugerahi seorang anak. Untuk merayakan kebahagiaan tersebut, mereka mempersiapkan sebuah pesta besar.
Namun, perjalanan cerita tidak berlangsung sesuai harapan. Konflik yang muncul membawa penonton pada pesan mengenai kehilangan, iman, dan makna anugerah yang tidak selalu datang dalam bentuk yang dibayangkan manusia.
Melalui pertunjukan ini, De’Credom ingin menghadirkan pengalaman seni yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan ruang refleksi bagi penonton.
Selama dua dekade, De Creative Kingdom mengembangkan tiga bidang utama, yakni tari, musik, dan vokal. Pembelajaran tersebut dilengkapi dengan drama serta pengembangan kemampuan dalam seni pertunjukan.
Anne menegaskan, proses pendidikan di De’Credom tidak semata-mata berorientasi pada keterampilan teknis. Pembentukan karakter, kesungguhan, dan penggunaan talenta untuk kegiatan positif juga menjadi bagian penting dalam pembelajaran.
“Kami tidak hanya membangun skill, tetapi juga karakter. Kami rindu agar semua murid yang terlibat karakternya turut dibangun, karakter yang benar-benar cinta Tuhan, serta memberikan talenta dan bakat untuk hal-hal yang positif,” jelasnya.
Selain pembelajaran seni, lingkungan sanggar turut membangun ikatan kekeluargaan antara murid, pengajar, dan alumni. Hubungan tersebut tetap terjaga meskipun sebagian alumni telah tinggal di luar kota maupun luar negeri.
Bagi De’Credom, keberadaan alumni yang kembali terlibat sebagai pengajar menjadi salah satu bentuk regenerasi sekaligus kesinambungan pendidikan seni bagi generasi berikutnya.
Memasuki usia ke-20, De’Credom menjadikan perayaan tersebut sebagai momentum untuk melanjutkan pengembangan kreativitas dan menghadirkan lebih banyak karya seni pertunjukan.
Melalui berbagai program pembelajaran, sanggar berharap semakin banyak anak dan generasi muda memperoleh kesempatan untuk mengenali, mengasah, serta mengekspresikan talenta yang dimiliki.
Semangat tersebut sejalan dengan tagline De Creative Kingdom, yakni Expression of Majesty. Tagline ini menggambarkan harapan agar talenta yang dipercayakan Tuhan dapat diekspresikan melalui tarian, nyanyian, permainan musik, dan drama untuk menjadi berkat bagi orang lain.
“Apapun yang kami nyatakan, talenta kami diasah biar itu semua jadi berkat, jadi inspirasi, jadi dampak buat banyak orang,” tutur Anne.
Perayaan 20 tahun De’Credom pun menjadi pengingat bahwa pendidikan seni tidak hanya membuka ruang bagi kreativitas, tetapi juga dapat menjadi sarana membangun karakter, menumbuhkan kerja sama, dan mempersiapkan generasi muda agar mampu berkarya serta memberikan dampak positif bagi masyarakat.
(*)









Komentar