VIDEO AUCMA Indonesia Resmi Mulai Pembangunan Pabrik Cerdas di Kendal

Produksi 500.000 Kulkas per Tahun

KLIK LINK UNTUK MELIHAT VIDEO : https://vt.tiktok.com/ZSUbQWUqB/

 

JURANEWS.ID, KENDAL – AUCMA Group, salah satu produsen peralatan pendingin terkemuka asal Tiongkok, resmi memulai pembangunan pabrik cerdas pertamanya di Indonesia dengan kapasitas produksi tahunan sebesar 500.000 unit kulkas.

Pabrik ini akan dibangun di atas lahan seluas 3 hektar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Jawa Tengah.

Upacara peletakan batu pertama yang digelar pada Senin (20/10) dihadiri oleh sejumlah petinggi AUCMA Group, termasuk Ketua AUCMA Group, Zhu Jiang, Wakil General Manager AUCMA Co., Ltd., Li Huanjun.

Turut hadir General Manager Divisi Bisnis Luar Negeri sekaligus Ketua AUCMA Indonesia Industrial Co., Han Xingzai, serta Kepala Departemen Konstruksi, Pang Chunjie.

Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan pemerintah Indonesia, otoritas bea cukai, manajemen kawasan industri, Kamar Dagang Tiongkok di Indonesia, serta para mitra strategis dan agen AUCMA dari berbagai wilayah di Indonesia.

Dalam sambutannya, Ketua AUCMA Group Zhu Jiang menyampaikan bahwa proyek ini merupakan wujud konkret dari kolaborasi strategis antara inisiatif global Belt and Road dan visi pembangunan jangka panjang Indonesia, yaitu Golden Indonesia 2045.

Menurutnya, kedua visi tersebut memiliki resonansi yang kuat dalam hal modernisasi dan penguatan sektor industri.

“Pabrik ini tidak hanya akan menjadi tonggak penting dalam ekspansi global AUCMA, tetapi juga akan memperkuat ekosistem industri lokal dengan memprioritaskan transfer teknologi, pengembangan SDM lokal, dan kolaborasi rantai pasok di dalam negeri,” ujar Zhu Jiang.

Sebagai salah satu dari 500 merek paling bernilai di Tiongkok, serta bagian dari 500 perusahaan manufaktur teratas dan 100 perusahaan industri ringan terbaik, AUCMA menegaskan komitmennya terhadap inovasi teknologi, efisiensi energi hijau, dan pengembangan sistem pendingin berbasis Internet of Things (IoT).

Pabrik ini akan menjadi pusat produksi internasional pertama AUCMA yang mengintegrasikan seluruh rantai pasokan — mulai dari riset, manufaktur, hingga penjualan.

Fokus utama produksi akan tertuju pada pengembangan produk rantai dingin pintar untuk pasar menengah hingga premium, menjangkau tidak hanya pasar domestik Indonesia, tetapi juga ekspor ke Asia Tenggara, India, dan Amerika Serikat.

Sementara itu, Kepala Administrator KEK Kendal, Tjertja Karja Adil, mengungkapkan bahwa proyek ini akan memberikan dampak ekonomi signifikan bagi daerah, termasuk penciptaan lapangan kerja dalam jumlah besar.

“Pabrik AUCMA diperkirakan akan menyerap tidak kurang dari 5.000 tenaga kerja,” ujarnya.

Pembangunan fasilitas ini akan mengikuti standar industri internasional, dengan strategi operasional yang disesuaikan secara lokal.

AUCMA berkomitmen mengembangkan tenaga kerja Indonesia yang terampil melalui pelatihan dan transfer teknologi berkelanjutan, menjadikan pabrik ini sebagai model sinergi antara investasi asing dan pembangunan kapasitas industri dalam negeri.

(*)

Komentar