KLIK LINK UNTUK MELIHAT VIDEO : https://vt.tiktok.com/ZSb61Kx6S/
SEMARANG, JURANEWS.ID – Persoalan sampah kembali menjadi sorotan di kawasan Banjir Kanal Barat (BKB) Kota Semarang. Bantaran sungai yang menjadi salah satu infrastruktur penting pengendalian banjir tersebut justru terlihat dipenuhi tumpukan sampah rumah tangga, puing bangunan hingga limbah tebu.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Minggu (27/9) penumpukan sampah terlihat cukup parah di sepanjang jalan di samping PT Semarang Makmur, wilayah Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat, hingga mengarah ke kawasan Lapangan Sepakbola Jangkang.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan dan penegakan aturan larangan membuang sampah sembarangan di kawasan tersebut.
Pasalnya, di sekitar lokasi sebenarnya telah tersedia fasilitas Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Sejumlah papan peringatan larangan membuang sampah juga terlihat terpasang di sepanjang jalur tersebut.
Namun, keberadaan papan larangan itu tampaknya belum mampu mencegah munculnya titik-titik pembuangan sampah liar.
Salah satu kondisi yang paling mencolok adalah keberadaan gunungan limbah tebu yang menumpuk di tepi jalan.
Limbah tersebut terlihat menggunung dan bercampur dengan berbagai jenis sampah lainnya. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai asal-usul limbah, pihak yang membuang, serta bagaimana pengawasan terhadap aktivitas pembuangan sampah di kawasan tersebut dilakukan.
Yang menjadi sorotan, di sekitar lokasi juga terdapat kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di area pagar PT Semarang Makmur.
Keberadaan kamera pengawas tersebut semestinya dapat menjadi salah satu sumber informasi apabila memang berfungsi dan memiliki rekaman yang dapat diakses sesuai kewenangan.
Kondisi yang berlangsung cukup lama tersebut juga mendapat perhatian dari warga sekitar.
Salah seorang warga menilai penanganan persoalan sampah di wilayah tersebut masih perlu ditingkatkan.
“Kelurahannya kurang jos, Mas, ngurusi sampah kene iki,” ujar warga tersebut.
Pernyataan itu menggambarkan keresahan warga terhadap kondisi lingkungan yang dinilai belum tertangani secara maksimal.
Tumpukan sampah yang terus bertambah juga dikhawatirkan menimbulkan persoalan lingkungan apabila tidak segera ditangani.
Selain mengganggu pemandangan, sampah yang berada di sekitar bantaran sungai berpotensi terbawa aliran air ketika hujan deras. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian mengingat Banjir Kanal Barat memiliki fungsi penting dalam sistem pengendalian banjir Kota Semarang.
Keberadaan papan larangan membuang sampah juga menjadi persoalan tersendiri.
Jika larangan telah dipasang tetapi aktivitas pembuangan sampah masih terjadi, maka diperlukan evaluasi terhadap sistem pengawasan di lapangan.
Warga berharap persoalan tersebut tidak berhenti pada kegiatan pengangkutan sampah setelah menumpuk.
Mereka mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang dan Satpol PP melakukan penelusuran terhadap sumber sampah, meningkatkan pengawasan serta mengambil tindakan terhadap pihak yang terbukti melanggar aturan.
Jika ditemukan pelanggaran, penindakan sesuai ketentuan yang berlaku diharapkan dapat dilakukan agar kawasan tersebut tidak kembali menjadi lokasi pembuangan sampah liar.
(*)
















Komentar