KLIK LINK UNTUK MELIHAT VIDEO : https://vt.tiktok.com/ZS55FTdyS/
JURANEWS.ID, PEMALANG – Kondisi jalan alternatif di Desa Wisnu, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, menuai sorotan warga. Pasalnya, jalan yang baru saja selesai dikerjakan melalui proyek penanganan darurat justru kembali mengalami kerusakan dalam waktu singkat, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat setempat.
Proyek tersebut dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2025 dengan sumber dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sebelum pekerjaan dimulai, pihak pelaksana sempat mengeluarkan surat pemberitahuan penutupan jalan sementara yang ditujukan kepada Kepala Desa Wisnu guna kepentingan perbaikan.
Namun ironisnya, setelah proyek dinyatakan selesai dan jalan kembali dibuka untuk umum, kondisi fisik jalan tidak menunjukkan hasil yang maksimal. Di sejumlah titik, permukaan jalan terlihat rusak, berlubang, dan mudah tergerus, terutama saat diguyur hujan.
Warga menilai kualitas pekerjaan proyek tersebut patut dipertanyakan. Mereka menyebut kerusakan muncul tak lama setelah proyek rampung, sehingga memunculkan dugaan lemahnya perencanaan teknis maupun pengawasan selama proses pengerjaan berlangsung.
“Belum lama selesai, tapi jalannya sudah rusak lagi. Kalau hujan licin dan berbahaya, terutama untuk motor,” ujar salah satu warga yang setiap hari melintasi jalan tersebut, Senin (5/1).
Selain mengganggu kenyamanan, kondisi jalan yang rusak juga dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan. Beberapa pengendara mengaku harus ekstra hati-hati saat melintas, khususnya pada malam hari karena minimnya penerangan serta permukaan jalan yang tidak rata.
Dalam surat pemberitahuan penutupan jalan, pihak pelaksana proyek menyebutkan bahwa pekerjaan tersebut merupakan penanganan darurat. Namun demikian, hasil pekerjaan di lapangan dinilai warga belum mencerminkan perbaikan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak CV Jaya Pratiwi selaku pelaksana proyek belum berhasil dikonfirmasi untuk dimintai keterangan terkait kondisi jalan yang kembali rusak tersebut.
Masyarakat pun berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh agar perbaikan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Desa Wisnu dan sekitarnya.
(*)















Komentar