KLIK LINK UNTUK MELIHAT VIDEO : https://vt.tiktok.com/ZSfBdWyT4/
JURANEWS.ID, CILACAP – Plt Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, FX Rudy, bersama Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Asfirla Harisanto, meninjau lokasi bencana tanah longsor di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, pada hari Sabtu (22/11).
Tinjauan ini bertujuan untuk memastikan bahwa penanganan darurat berjalan dengan cepat dan kebutuhan mendesak warga terdampak dapat segera terpenuhi.
Plt Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, FX Rudy bersama Asfirla Harisanto, yang juga merupakan politisi dari PDI Perjuangan wakil rakyat dari daerah pemilihan Banyumas–Cilacap terjun langsung ke lapangan untuk melihat dari dekat dampak longsor yang telah merusak sejumlah infrastruktur dan rumah warga.
Kedatangan mereka menjadi suntikan semangat bagi para relawan dan petugas yang sedang berjuang di lokasi bencana.
Dalam kunjungan tersebut, Asfirla dan FX Rudy meninjau kondisi lereng yang ambrol akibat longsor serta kerusakan yang dialami rumah-rumah warga.
Mereka juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan warga setempat dan perangkat desa untuk mengidentifikasi kebutuhan paling mendesak.
Beberapa kebutuhan yang teridentifikasi antara lain logistik, hunian sementara yang layak, serta penanganan segera terhadap titik-titik rawan longsor susulan.

Asfirla Harisanto menegaskan bahwa keselamatan warga harus menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana ini.
Ia mendesak pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta seluruh pihak terkait untuk bergerak cepat dalam melakukan penanganan darurat.
Langkah-langkah yang diusulkan termasuk pemasangan penahan tebing untuk mencegah longsor lebih lanjut dan pemetaan risiko untuk mengidentifikasi area-area yang paling rentan.
Bogy sapaan akrab Asfirla Harisanto menambahkan bahwa bencana ini harus menjadi momentum untuk memperkuat upaya mitigasi di wilayah-wilayah rawan tanah longsor, terutama di kawasan perbukitan di Cilacap bagian barat.
Ia juga berkomitmen untuk membawa aspirasi warga terdampak ke tingkat provinsi, dengan harapan dukungan anggaran dan program penanggulangan bencana dapat ditingkatkan secara signifikan.
“Aspek kemanusiaan tidak boleh ditunda. Warga harus mendapatkan perlindungan, bantuan yang memadai, dan kepastian penanganan yang berkelanjutan,” ujar Asfirla dalam kesempatan tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi yang baik antara berbagai pihak terkait agar penanganan bencana dapat berjalan efektif dan efisien.
Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam mempercepat proses pemulihan dan memberikan rasa aman kepada warga yang terdampak bencana.
(*)









Komentar