KLIK LINK UNTUK MELIHAT VIDEO : https://vt.tiktok.com/ZSuL9YdST/
JURANEWS.ID, SEMARANG – Pagi itu seharusnya menjadi rutinitas biasa bagi warga Kalialang, Kelurahan Sukorejo, Kota Semarang. Jalan yang menghubungkan permukiman menuju kawasan Kali Pancur kembali dilalui warga yang berangkat bekerja dan anak-anak yang hendak ke sekolah.
Namun pada Jumat pagi, 6 Maret 2026, perjalanan sederhana seorang ibu dan anak justru berubah menjadi peristiwa yang meninggalkan duka sekaligus kekhawatiran bagi warga sekitar.
Istri dari Anton, warga RT 03 Kelurahan Sukorejo, pagi itu membonceng anaknya menuju sekolah.
Sepeda motor yang mereka kendarai melaju perlahan melewati Jalan Gunungan.
Saat sampai di tikungan dekat Warung Pak Agus, titik yang dikenal warga sebagai jalur paling licin, kendaraan tiba-tiba kehilangan kendali.
Permukaan jalan yang tertutup lumpur membuat ban motor tak lagi mencengkeram aspal. Dalam hitungan detik, motor tergelincir dan keduanya terjatuh.
Anak yang dibonceng mengalami luka serius di bagian wajah dan kepala.
Warga yang mengetahui kejadian itu segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke rumah sakit.
Dari informasi terakhir, anak tersebut harus menjalani tindakan operasi akibat luka yang dideritanya.
Peristiwa itu dengan cepat menyebar di grup komunikasi warga RT Sukorejo. Dalam dua hari terakhir, kabar kecelakaan di jalur yang sama memang terus bermunculan.
“Dua hari ini grup RT ramai dengan kabar kecelakaan tunggal. Pengendara terpeleset karena jalan licin,” tulis salah seorang warga dalam pesan singkat.
Bagi warga setempat, kondisi jalan tersebut bukan lagi kejadian baru. Lumpur yang menutup aspal disebut-sebut berasal dari aktivitas pengangkutan material Galian C di sekitar kawasan Kalialang.
Truk-truk pengangkut material kerap melintas, meninggalkan tanah yang menempel di badan jalan. Saat hujan atau udara lembap, jalan berubah menjadi sangat licin.
Tikungan di dekat Warung Pak Agus pun kini dianggap sebagai titik paling rawan.
Pengurus RT 03 Kelurahan Sukorejo bahkan telah mengeluarkan imbauan kepada warga, khususnya para orang tua yang setiap pagi mengantar anak sekolah, agar lebih berhati-hati saat melintasi jalur Kalialang Greenwood menuju Kali Pancur.
Namun bagi sebagian warga, kewaspadaan saja tidak cukup.
Mereka mendesak pemerintah kota dan pihak terkait untuk segera turun tangan membersihkan lumpur yang menutup jalan serta mengevaluasi aktivitas Galian C yang dinilai membahayakan keselamatan masyarakat.
Warga juga berharap ada pengawasan yang lebih tegas terhadap operasional kendaraan pengangkut material agar tidak meninggalkan sisa tanah di jalan pemukiman.
Bagi warga Kalialang, jalan itu bukan sekadar jalur penghubung. Di sanalah anak-anak berangkat sekolah, para pekerja memulai hari, dan kehidupan sehari-hari berlangsung.
Kini, mereka hanya berharap satu hal sederhana: jalan yang aman untuk dilalui, sebelum kecelakaan berikutnya kembali terjadi.
(*)








Komentar