KLIK LINK UNTUK MELIHAT VIDEO :https://vt.tiktok.com/ZSU5bCeG1/
JURANEWS.ID, KENDAL – Keluarga besar almarhum Sunardi di Dusun Teratai, Desa Tratemulyo, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, melaksanakan Upacara Obong-Obong pada Senin (14/10/2025) malam.
Tradisi ini merupakan warisan adat masyarakat Kalang yang masih dijaga kelestariannya hingga kini.
Sejak pukul 18.00 WIB, rumah duka tampak dipenuhi warga, kerabat, dan handai taulan yang datang untuk mengikuti prosesi adat hingga selesai.
Suasana haru dan khidmat menyelimuti jalannya upacara yang sarat dengan nilai spiritual dan penghormatan kepada arwah almarhum.
Tradisi Obong-Obong menjadi bagian penting dari budaya masyarakat Kalang—komunitas yang dikenal memadukan kepercayaan leluhur dan budaya Jawa.
Kata obong berarti “membakar”, namun dalam konteks ritual ini bukan membakar jasad manusia, melainkan perlengkapan simbolik seperti miniatur rumah, pakaian, uang-uangan, serta benda-benda lain yang diyakini akan digunakan arwah di alam baka.
Prosesi pembakaran ini dimaknai sebagai pelepasan ikatan duniawi.
Masyarakat percaya, roh orang yang telah meninggal akan hidup tenang apabila segala urusan duniawinya telah disimbolkan dan dilepaskan melalui prosesi pembakaran tersebut.
Selain sarat nilai spiritual, Upacara Obong-Obong juga mengandung pesan moral dan sosial.
Di antaranya penghormatan kepada orang tua dan leluhur, semangat gotong royong, serta kesadaran akan kefanaan hidup bahwa setiap manusia akan kembali kepada Sang Pencipta.
Ketua adat setempat mengapresiasi keluarga almarhum Sunardi yang telah melaksanakan tradisi ini dengan penuh hormat dan sesuai tatanan adat.
“Adat Kalang Obong sampai sekarang masih terus dijalankan di wilayah Terate Mulyo. Kebetulan saat ini yang melaksanakan adalah keluarga besar almarhum Sunardi,” ujar ketua adat setempat di lokasi upacara.
Masyarakat Kalang di Kendal hingga kini terus menjaga kelestarian tradisi ini.
Bagi mereka, melestarikan Obong-Obong bukan sekadar menjaga adat, tetapi juga mempertahankan identitas budaya dan jati diri leluhur yang mengajarkan kebersamaan, rasa syukur, serta penghormatan terhadap kehidupan.
(*)










Komentar