KLIK LINK UNTUK MELIHAT VIDEO : https://vt.tiktok.com/ZSy9gbht5/
JURANEWS,ID, SEMARANG – PSIS Semarang kembali gagal meraih kemenangan dalam lanjutan kompetisi Liga 2.
Dalam laga yang digelar malam tadi, tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar harus mengakui keunggulan Kendal Tornado FC dengan skor 4-1.
Pelatih PSIS Semarang, Coach Ega Raka, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pendukung atas hasil mengecewakan tersebut.
Ia menilai anak asuhnya tidak konsisten dalam mengantisipasi pola serangan lawan, terutama dari skema bola-bola silang (crossing).
“Kami memohon maaf kepada seluruh pecinta PSIS Semarang. Malam ini kami belum bisa memberikan kemenangan. Tiga gol yang terjadi semuanya akibat kesalahan kami sendiri,” ujar Romi dalam sesi konferensi pers pasca pertandingan, Jumat (7/11).
Menurutnya, kelemahan dalam mengantisipasi bola silang sebenarnya sudah menjadi bahan evaluasi sejak laga sebelumnya menghadapi Persela Lamongan.
Namun, saat pertandingan berlangsung, para pemain gagal menjaga konsistensi dalam menerapkan hasil latihan.
“Padahal dalam dua kali sesi latihan terakhir, kami sudah melakukan simulasi untuk mengantisipasi bola-bola crossing. Sayangnya, anak-anak tidak konsisten, dan hal itu kembali terulang malam ini,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu pemain PSIS, Delvin Rumbino, mengakui hasil yang diperoleh belum memuaskan.
Ia menegaskan bahwa seluruh pemain akan melakukan evaluasi diri agar tampil lebih baik di pertandingan berikutnya.
“Kami para pemain akan evaluasi diri masing-masing supaya ke depan bisa tampil lebih baik lagi,” ucap Delvin Rumbino.
Menanggapi posisi tim yang masih berada di papan bawah klasemen tanpa kemenangan di putaran pertama, Ega Raka tetap optimistis.
Ia menilai masih ada cukup waktu untuk memperbaiki performa dengan tambahan pemain baru di bursa transfer mendatang.
“Masih ada dua putaran lagi, total 18 pertandingan. Dengan tambahan pemain nanti, kami harus optimis. Tidak layak PSIS Semarang berada di papan bawah,” tegasnya.
Romi juga mengakui bahwa timnya menjadi salah satu yang paling banyak kebobolan sejauh ini.
Menurutnya, hal tersebut akan menjadi fokus utama evaluasi agar lini pertahanan bisa tampil lebih solid di sisa kompetisi.
“Kami harus memperbaiki cara bertahan. Salah satu kelemahan paling krusial adalah antisipasi bola balik dan crossing. Ini jadi pelajaran penting agar tidak terulang lagi,” pungkasnya.
Dengan hasil ini, PSIS Semarang masih berjuang keluar dari tren negatif dan bertekad merubah catatan buruk di putaran kedua nanti.
(*)














Komentar