KLIK LINK UNTUK MELIHAT VIDEO : https://vt.tiktok.com/ZSm7HcrRn/
JURANEWS.ID, SEMARANG – Aktivitas tambang Galian C di Desa Kalikayen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, kembali dikeluhkan warga. Setiap hari, ratusan dump truk bermuatan material melintas di jalan kampung Dusun Kebuntaman, memicu keresahan dan kekhawatiran masyarakat, Minggu (1/3).
Berdasarkan keterangan warga, arus lalu lintas truk berlangsung sejak pagi hingga malam hari. Kendaraan berat tersebut disebut melaju dengan kecepatan tinggi meski melintasi jalan sempit di area permukiman. Kondisi itu membuat warga merasa terancam, terutama anak-anak dan lansia yang beraktivitas di sekitar jalan desa.
Selain faktor keselamatan, dampak lingkungan juga dirasakan langsung. Saat hujan, badan jalan menjadi becek dan licin akibat ceceran tanah dari bak truk. Sebaliknya, ketika cuaca panas, debu beterbangan hingga masuk ke rumah-rumah warga. Suara knalpot dan deru mesin truk yang keras disebut semakin menambah ketidaknyamanan.
“Setiap hari ratusan dump truk lewat. Jalan kampung jadi mencekam. Kalau hujan becek, kalau panas berdebu. Suara knalpotnya juga bising sekali,” ungkap salah satu warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan karena alasan keamanan.
Puncak ketegangan terjadi ketika warga berinisiatif memasang portal pembatas jalan untuk membatasi akses truk. Pemasangan portal tersebut dilakukan dengan pendampingan unsur pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta jajaran Polsek Ungaran.
Namun, upaya itu tidak bertahan lama. Menurut warga, pada malam hari setelah portal dipasang, pembatas tersebut dirusak oleh oknum yang diduga terkait dengan pihak pengelola tambang. Hingga kini, belum ada kejelasan siapa pelaku perusakan tersebut.
Perusakan portal itu justru memperbesar rasa takut warga. Mereka menilai tindakan tersebut sebagai bentuk intimidasi terhadap upaya perlindungan lingkungan dan keselamatan kampung. Beberapa warga mengaku khawatir akan potensi konflik terbuka jika persoalan ini tidak segera ditangani.
Aktivitas Galian C sendiri menjadi sorotan karena dampaknya terhadap infrastruktur jalan desa yang bukan diperuntukkan bagi kendaraan berat bertonase tinggi. Warga mempertanyakan apakah jalur angkut material telah sesuai dengan izin operasional tambang serta apakah ada kajian dampak lalu lintas dan lingkungan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola tambang maupun pemerintah daerah terkait dugaan perusakan portal dan keluhan warga. Aparat penegak hukum juga belum memberikan penjelasan mengenai tindak lanjut laporan masyarakat.
Warga berharap pemerintah kabupaten dan instansi terkait segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional Galian C tersebut. Mereka meminta jaminan keselamatan, perlindungan lingkungan, serta penegakan hukum jika ditemukan pelanggaran.
“Kami hanya ingin kampung kami aman dan nyaman,” ujar warga.
(*)








Komentar