KLIK LINK UNTUK MELIHAT VIDEO : https://vt.tiktok.com/ZSb4FXKYf/
SEMARANG, JURANEWS.ID – Sebanyak 50 mahasiswa Akademi Kesejahteraan Sosial (AKS) Ibu Kartini Semarang resmi diwisuda dalam prosesi Wisuda ke-37 yang digelar pada 6 Oktober 2026.
Puluhan lulusan tersebut berasal dari tiga program studi, yakni 25 lulusan Program Studi Desain Mode, 18 lulusan Seni Kuliner, dan tujuh lulusan Tata Rias.
Direktur AKS Ibu Kartini, Dra. Mien Zyahratil Umami, M.Pd., menyampaikan bahwa hingga 2026, AKS Ibu Kartini telah meluluskan sebanyak 1.629 alumni yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Para alumni tersebut disebut berkiprah sebagai wirausahawan, pegawai negeri maupun swasta, hingga tenaga pengajar di sejumlah SMK.
“AKS Ibu Kartini Semarang memiliki visi menghasilkan wirausaha profesional mandiri berdaya saing global pada tahun 2035,” ujar Mien dalam sambutannya.
Menurutnya, capaian tersebut mulai terlihat dari profil lulusan pada Wisuda ke-37.
Dari Program Studi Desain Mode, sebanyak 19 lulusan telah membuka usaha seperti butik, modiste maupun konfeksi. Sementara dua lulusan telah diterima bekerja di industri garmen dan empat lainnya menjadi pengajar di SMK.
Sementara dari Program Studi Seni Kuliner, satu lulusan disebut telah membuka usaha sendiri, 10 orang bekerja di sejumlah industri, sedangkan tujuh lainnya masih dalam proses mendapatkan pekerjaan maupun mempersiapkan usaha.
Adapun dari Program Studi Tata Rias, tujuh lulusan disebut telah membuka usaha sendiri dan satu lainnya bekerja di industri.
Jika dikompilasi, AKS Ibu Kartini menyebut 54 persen lulusan membuka usaha sendiri, 24 persen bekerja di industri, 8 persen menjadi guru, dan 14 persen masih berproses untuk bekerja maupun mempersiapkan usaha.
Mien menilai capaian tersebut menunjukkan arah visi AKS Ibu Kartini dalam menghasilkan tenaga profesional yang mandiri mulai terlihat nyata.
Selain capaian lulusan, mahasiswa AKS Ibu Kartini juga menorehkan sejumlah prestasi dalam satu tahun terakhir, baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional.
Dari Program Studi Seni Kuliner, mahasiswa meraih antara lain Juara I tingkat nasional Lomba Halal Chef, Juara II tingkat nasional Cooking Competition, serta Juara I dan II tingkat nasional Befary National Competition.
Prestasi lainnya yakni Juara II tingkat nasional Lomba Masak Kreasi Menu Anti Food Waste dan Juara I tingkat nasional Creative Cooking Pembuatan Makanan Selingan Rendah Kalori.
Sementara dari Program Studi Tata Rias, mahasiswa meraih Juara III tingkat nasional Lomba Rias Pengantin Barat, Juara I Festival Olahraga Daerah (FORDA) Jawa Tengah, serta prestasi dalam lomba rias fantasi tingkat internasional.
Program Studi Desain Mode juga mencatat prestasi melalui Juara I, II dan III Fashion Show Amero Ready To Wear Category, Juara I, II dan III Amero Bridal Category, Juara Harapan I Jogja Fashion Parade Fashion Design Competition, serta Juara II tingkat nasional Modest Wear Design Competition 2026.

Dorong Pendidikan Vokasi Berbasis Industri
Mien mengatakan AKS Ibu Kartini terus melakukan berbagai upaya peningkatan mutu pendidikan untuk menuju perguruan tinggi yang unggul.
Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat terus dilakukan, termasuk melalui penguatan manajemen mutu, peningkatan kompetensi dosen, pemenuhan fasilitas pembelajaran teori dan praktik, serta keterlibatan dosen praktisi dan industri dalam proses pembelajaran.
AKS Ibu Kartini juga menggandeng Dunia Usaha dan Dunia Kerja (DUKA) dalam penyusunan kurikulum dan pelaksanaan pembelajaran.
Untuk memastikan pencapaian program kerja, Unit Penjaminan Mutu AKS Ibu Kartini melakukan monitoring dan evaluasi pada setiap akhir semester.
Selain itu, Audit Mutu Internal dilaksanakan secara sistematis pada periode Oktober hingga Desember setiap tahun.
“Saat ini kami sedang berproses dalam pengajuan akreditasi Program Studi Desain Mode dan Seni Kuliner. Mohon doa, semoga diberikan kelancaran dan mendapatkan hasil yang memuaskan,” kata Mien.
Kepala LLDIKTI Wilayah VI, Prof. Ir. Aisyah Endah Palupi, turut menyampaikan ucapan selamat kepada 50 wisudawan AKS Ibu Kartini.
Menurutnya, bidang keahlian yang ditekuni para lulusan, yakni desain mode, seni kuliner dan tata rias, merupakan bagian dari sektor ekonomi kreatif yang terus berkembang dan memiliki peluang besar dalam perekonomian nasional.
“Peluang untuk berkarya, baik sebagai tenaga profesional di industri maupun sebagai wirausahawan mandiri, terbuka sangat luas bagi para lulusan di bidang tersebut,” ujarnya.
Aisyah berpesan agar para lulusan menjadikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh sebagai modal untuk terus belajar sepanjang hayat.
Pasalnya, industri kreatif berkembang cepat sehingga lulusan dituntut terus memperbarui kompetensi.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi etika dan profesionalisme, terus berinovasi, serta berani merintis usaha sendiri.
“Keterampilan yang Saudara miliki merupakan modal berharga untuk membuka lapangan kerja, tidak hanya bagi diri sendiri namun juga bagi orang lain,” katanya.
Selain itu, lulusan didorong untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tren global agar karya maupun usaha yang dikembangkan tetap relevan dan memiliki daya saing.
Kepada Yayasan dan jajaran pimpinan AKS Ibu Kartini, LLDIKTI Wilayah VI menyampaikan apresiasi atas dedikasi dalam menyelenggarakan pendidikan vokasi.
LLDIKTI Wilayah VI juga menyatakan akan terus mendampingi upaya peningkatan mutu AKS Ibu Kartini, baik dari sisi akreditasi, tata kelola kelembagaan maupun pengembangan program studi.
Ketua Yayasan AKS Ibu Kartini Semarang, Dra. Hj. Sri Tantowiyah, M.Pd., mengingatkan para wisudawan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari pengabdian di tengah masyarakat.
Menurutnya, gelar yang diperoleh merupakan amanah ilmu, akhlak dan tanggung jawab untuk berbakti kepada masyarakat.
Ia berpesan agar para lulusan menjaga akhlak, tidak berhenti belajar, serta tetap berbakti kepada orang tua dan almamater.
“Wisuda bukan berhenti belajar, tapi belajar yang sesungguhnya baru dimulai,” pesannya.
Sementara itu, perwakilan wisudawan, Putri Rizki Rahayu, menyampaikan rasa terima kasih kepada AKS Ibu Kartini, para dosen, civitas akademika, serta orang tua yang telah mendukung perjalanan pendidikan para mahasiswa hingga berhasil menyelesaikan studi.
Ia mengingatkan rekan-rekannya bahwa gelar bukanlah puncak perjalanan, melainkan bekal untuk menempuh perjalanan yang lebih panjang.
“Karena pada akhirnya, gelar bukanlah puncak perjalanan. Ia hanyalah bekal untuk menempuh perjalanan yang lebih panjang,” ujarnya.
Wisuda ke-37 AKS Ibu Kartini pun menjadi momentum bagi 50 lulusan untuk memasuki fase baru, baik sebagai tenaga profesional maupun wirausahawan.
Dengan bekal kompetensi di bidang desain mode, seni kuliner dan tata rias, para lulusan diharapkan mampu menciptakan karya, membuka lapangan kerja dan berkontribusi terhadap perkembangan ekonomi kreatif Indonesia.
(*)













Komentar