KENDAL, JURANEWS.ID – Desa Limbangan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, mulai memperkuat tata kelola informasi publik melalui pengembangan website interaktif desa. Inovasi tersebut menjadi bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diarahkan untuk mendorong kemandirian desa sekaligus meningkatkan edukasi gaya hidup sehat.
Program bertajuk “Penguatan Tata Kelola Informasi Desa melalui Website Interaktif untuk Mendukung Desa Mandiri dan Gaya Hidup Sehat di Desa Limbangan” tersebut melibatkan perguruan tinggi, pemerintah desa, Karang Taruna, dan masyarakat.
Pengembangan website tidak hanya ditujukan sebagai media penyampaian informasi pemerintahan desa, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi pertanian, perkebunan, kegiatan masyarakat, pembangunan desa hingga edukasi kesehatan.
Karang Taruna Jadi Penggerak Website Desa
Salah satu fokus utama program tersebut adalah melibatkan generasi muda melalui Karang Taruna Desa Limbangan sebagai pengelola website.
Keterlibatan pemuda diharapkan dapat memastikan sistem informasi desa tidak berhenti sebagai proyek teknologi, tetapi mampu dikelola secara mandiri dan berkelanjutan.
“Pengembangan website ini tidak hanya berorientasi pada penyediaan teknologi, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat, khususnya Karang Taruna, agar mampu mengelola informasi desa secara mandiri dan berkelanjutan,” ungkap tim pelaksana.
Website nantinya diarahkan menjadi pusat informasi digital yang memungkinkan masyarakat memperoleh berbagai informasi secara lebih mudah, cepat, dan terintegrasi.
Selain informasi pemerintahan dan pelayanan publik, konten website juga akan mengangkat potensi pertanian dan perkebunan, aktivitas masyarakat, informasi pembangunan serta edukasi mengenai pola hidup sehat.
Potensi Desa Limbangan Jadi Modal Pengembangan
Desa Limbangan memiliki potensi cukup besar di sektor pertanian dan perkebunan. Wilayah tersebut juga dilalui dua sungai, yakni Sungai Kebrok dan Sungai Kalimoyo, yang turut mendukung aktivitas masyarakat.
Dengan luas wilayah sekitar 839,79 hektare, Desa Limbangan terdiri atas kawasan permukiman, pertanian, fasilitas umum hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
Secara administratif, Desa Limbangan memiliki 10 RW dan 28 RT. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting dalam pengembangan sistem informasi dan pelayanan desa secara terpusat.
Namun, pengelolaan informasi publik, layanan digital dan edukasi kesehatan masih perlu diperkuat agar masyarakat dapat mengakses informasi secara lebih mudah dan terintegrasi.
Dorong Desa Mandiri Berbasis Potensi Lokal
Program PkM tersebut juga diarahkan untuk mendukung Desa Limbangan menjadi desa mandiri dengan mengoptimalkan potensi lokal dan konsep ekonomi hijau.
Informasi mengenai pertanian ramah lingkungan, pemanfaatan potensi lokal serta gaya hidup sehat diharapkan dapat menjadi bagian dari konten digital yang dikembangkan.
Program ini juga memiliki keterkaitan dengan SDGs Desa, terutama Desa Sehat, Desa Inovatif dan Desa Berkelanjutan.
Dari sisi perguruan tinggi, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk pengabdian yang diharapkan memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
Libatkan Perguruan Tinggi dan Masyarakat
Pelaksanaan program melibatkan tim pengabdian yang terdiri dari Mustagfirin sebagai ketua, Arif Rifan R., Adityo Putro Prakoso, Agung Riyantomo, serta mahasiswa dan unsur masyarakat Desa Limbangan.
Dalam pelaksanaannya, tim juga bersinergi dengan Pemerintah Desa Limbangan, termasuk Kasi Pelayanan Hariyanto Arbi, serta perwakilan Karang Taruna.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan teknologi informasi sekaligus membuka ruang partisipasi publik dalam pembangunan desa.
Ke depan, website interaktif tersebut diharapkan tidak hanya menjadi papan informasi digital, tetapi berkembang sebagai pusat informasi, pelayanan dan promosi potensi Desa Limbangan.
Dengan pengelolaan yang dilakukan masyarakat desa, inovasi ini diharapkan mampu memperkuat transparansi pemerintahan, meningkatkan partisipasi warga serta mendorong masyarakat yang lebih sehat, produktif dan berdaya.
Tim pelaksana juga menyampaikan apresiasi kepada Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS), LP2M UNWAHAS, Fakultas Teknik, Fakultas Hukum, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atas dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut.
(*)










Komentar