61 Pelaku Usaha di Karimunjawa Ikuti Pelatihan Hospitality, Cara Layani Wisatawan Jadi Sorotan

Pelatihan InJourney Hospitality House di Karimunjawa membekali 61 pelaku usaha dan penggiat pariwisata dengan keterampilan pelayanan, branding digital, hingga teknik menyambut wisatawan.

JEPARA, JURANEWS.ID – Sebanyak 61 pelaku usaha dan penggiat pariwisata di Karimunjawa, Kabupaten Jepara, mengikuti pelatihan InJourney Hospitality House (IHH) untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatawan.

Kegiatan yang digelar PT Angkasa Pura Indonesia melalui Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang tersebut berlangsung selama tiga hari, 2-4 September 2026, di Aula Kecamatan Karimunjawa.

Peserta terdiri dari pelaku UKM, sektor transportasi, perhotelan, usaha kuliner hingga penggiat pariwisata.

General Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto, mengatakan peserta mendapatkan berbagai materi terkait pengembangan pelayanan pariwisata.

Pada hari pertama, pelatihan difokuskan pada teori dan standar pelayanan pariwisata. Materinya mencakup kebijakan pengembangan pariwisata berkelanjutan di Karimunjawa, teknik guiding, hingga komunikasi efektif saat menghadapi wisatawan.

Memasuki hari kedua, peserta mendapat materi praktik lapangan. Salah satu fokusnya adalah memperkuat branding Karimunjawa melalui media sosial serta memanfaatkan fitur livestream untuk mempromosikan destinasi wisata.

Sementara pada hari ketiga, peserta mendapatkan materi mengenai teknik penyambutan tamu.

Rangkaian pelatihan kemudian ditutup dengan pembagian simbolis sertifikat oleh Regional CEO Kantor Regional IV PT Angkasa Pura Indonesia (Persero), Rahadian D. Yogisworo.

“Pengembangan destinasi wisata tidak terlepas dari kesiapan sumber daya manusia dan kualitas pelayanan yang diberikan kepada wisatawan,” ujar Sulistyo.

Dorong SDM Pariwisata Karimunjawa

Sulistyo mengatakan program IHH menjadi salah satu upaya Angkasa Pura Indonesia untuk ikut meningkatkan kapasitas masyarakat dan pelaku usaha pariwisata di Karimunjawa.

Menurutnya, hospitality bukan hanya berkaitan dengan cara menyambut wisatawan, tetapi juga bagaimana memberikan pelayanan yang baik, menciptakan pengalaman positif, serta menjaga keberlanjutan destinasi.

“Melalui InJourney Hospitality House, kami ingin turut mengambil peran dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dan pelaku usaha pariwisata di Karimunjawa,” katanya.

Ia menambahkan, kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing destinasi wisata.

Program IHH juga diarahkan untuk memperkuat keterhubungan antara sektor transportasi udara dengan destinasi wisata di Jawa Tengah.

Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang memiliki posisi strategis sebagai salah satu pintu gerbang Jawa Tengah dan mendukung konektivitas wisatawan menuju berbagai destinasi unggulan, termasuk Karimunjawa.

Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas, serta pelaku usaha lokal, program tersebut diharapkan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Selain meningkatkan kualitas pelayanan, program ini diharapkan ikut memperkuat daya saing Karimunjawa sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah.

(*)

Komentar