PEMALANG, JURANEWS.ID – Sebanyak 905 siswa SMP Negeri 1 Petarukan, Kabupaten Pemalang, mengikuti sosialisasi pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah pada Kamis (8/10/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai berbagai bentuk kekerasan sekaligus menumbuhkan keberanian untuk mencegah dan melaporkan tindakan yang merugikan sesama pelajar.
Sosialisasi yang digelar di halaman sekolah tersebut diikuti siswa kelas VII, VIII, dan IX. Para peserta mendapatkan edukasi mengenai bahaya perundungan atau bullying, kekerasan fisik, kekerasan verbal, hingga kekerasan seksual.
Penelaah Teknis Kebijakan Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos KBPP) Kabupaten Pemalang, Dede Nadiyanah, hadir sebagai narasumber.
Dede Nadiyanah mengatakan, edukasi pencegahan kekerasan penting diberikan kepada pelajar agar mereka mampu mengenali berbagai bentuk tindakan yang termasuk kekerasan serta memahami dampaknya.
Menurutnya, kekerasan di lingkungan sekolah, baik berupa perundungan, kekerasan fisik, verbal, maupun seksual, merupakan persoalan serius yang dapat memengaruhi kesehatan mental, prestasi akademik, hingga masa depan siswa.
Ia menekankan bahwa pencegahan tidak cukup hanya melalui penyampaian materi, tetapi juga perlu disertai pemahaman, tindakan nyata, dan keberanian untuk bersuara ketika melihat atau mengalami kekerasan.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa diharapkan tidak menganggap perundungan sebagai candaan biasa, terutama apabila tindakan tersebut menyakiti, merendahkan, atau merugikan orang lain.
905 Siswa Diajak Saling Menjaga dan Melindungi
Kepala SMP Negeri 1 Petarukan, Purwaningsih, menjelaskan bahwa sosialisasi tersebut diikuti oleh 905 siswa dari kelas VII hingga IX.
Pihak sekolah berharap kegiatan ini dapat membangun pola pikir dan perilaku positif di kalangan pelajar, sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung proses belajar.
“Sekolah berharap sosialisasi pencegahan kekerasan mampu mengubah mentalitas para siswa untuk saling menjaga dan saling melindungi,” ungkap Purwaningsih.
Menurutnya, kesadaran siswa untuk menghormati sesama menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan sekolah yang bebas dari kekerasan.
Melalui sosialisasi ini, Dinsos KBPP Kabupaten Pemalang dan SMP Negeri 1 Petarukan berharap para siswa semakin memahami pentingnya menghargai perbedaan, menjaga perilaku, serta berani mencari bantuan kepada guru atau pihak tepercaya apabila menghadapi maupun mengetahui adanya tindakan kekerasan.
Upaya edukasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pencegahan kekerasan sejak dini sekaligus menumbuhkan budaya saling menghormati di lingkungan sekolah.
(*)
















Komentar