KLIK LINK UNTUK MELIHAT VIDEO: https://vt.tiktok.com/ZSU6oLXHQ/
JURANEWS.ID, SEMARANG — Universitas BPD terus melakukan pembenahan setelah beralih bentuk dari sekolah tinggi menjadi universitas.
Rektor Universitas BPD Prof Sri Tutie Rahayu, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, soft skill, dan daya saing tinggi di dunia industri.
Menurutnya peningkatan kapasitas mahasiswa menjadi fokus utama.
“Kami tidak bisa serta-merta menerima semua tanpa melihat prestasi dan kapasitasnya. Kuota juga harus disesuaikan, tetapi yang paling penting adalah bagaimana mahasiswa mampu menunjukkan prestasi dan keunggulannya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa soft skill dan karakter menjadi aspek penting yang akan terus dikembangkan di lingkungan kampus.
“Kemampuan komunikasi, kepribadian, dan karakter pilihan adalah hal yang harus dimiliki mahasiswa. Itulah penciri yang akan membuat lulusan kami dicari oleh dunia industri,” jelasnya pada momen pelepasan lulusan di kampusnya, Kamis (9/10/2025).
Rektor juga berpesan kepada para lulusan agar tidak cepat puas dan terus berjuang setelah menempuh pendidikan.
“Ini bukan akhir, tapi awal dari perjuangan. Bagaimana nama besar Universitas BPD bisa terus dipertahankan dan dibanggakan di Indonesia,” katanya.
Terkait serapan lulusan di dunia kerja, rektor menyebut waktu tunggu untuk mendapatkan pekerjaan relatif singkat. Namun, hal itu sangat tergantung pada kemampuan individu dalam mengasah kompetensi dan soft skill.
“Soft skill menjadi pembeda utama. Dunia kerja akan melihat kapasitas itu,” tegasnya.
Mengenai meningkatnya kuota penerimaan mahasiswa di perguruan tinggi negeri (PTN), rektor menilai hal tersebut bukan masalah.
“Selama kita punya keunikan dan keunggulan bersaing, dunia kerja tetap akan melirik. Yang penting kita terus berbenah dan menyesuaikan budaya akademik,” ungkapnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa tahun ajaran baru ini jumlah mahasiswa baru di Universitas BPD Jateng meningkat signifikan. Selain itu, universitas kini membuka program studi baru di bidang sains dan teknologi, sebagai langkah strategis menghadapi perkembangan zaman.
“Program studi Sains dan Teknologi ini adalah tambahan baru. Kami terus berbenah agar bisa memasarkan dan mengomunikasikan keunggulan kami kepada masyarakat,” jelasnya.
Dalam menghadapi kemajuan teknologi, Universitas BPD Jateng juga mulai menerapkan pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). “Kami sudah mulai menggunakan AI dalam proses pembelajaran. Kalau tidak mengikuti kemajuan teknologi, kita akan tertinggal zaman,” tutur rektor.
Ia menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan industri agar lulusan dapat diserap dengan baik.
“Kita harus tahu apa yang dibutuhkan industri. Jangan sampai industri ingin masakan soto, kita malah membuat gado-gado. Jadi harus sejalan antara kebutuhan industri dan kurikulum kampus,” ujarnya sambil beranalogi.
Dengan berbagai langkah tersebut, Universitas BPD optimistis mampu menjadi universitas yang unggul, adaptif terhadap perubahan teknologi, dan melahirkan generasi muda berkarakter kuat serta siap bersaing di dunia kerja.
Adapun jumlah 271 lulusan terdiri atas 86 lulusan program Magister Manajemen, 114 lulusan program Sarjana Manajemen, dan 71 lulusan program Sarjana Akuntansi. Mereka lulusan pertama sejak berlalih status menjadi universitas. Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Yayasan YKKP Joko Sambodo MM serta Direktur IT Bank Jateng Eko Tri Prasetyo MTI.
Eko Tri Prasetyo menyampaikan apresiasi khusus terhadap langkah Universitas BPD yang terus berkembang dan resmi bertransformasi dari sekolah tinggi menjadi universitas.
Ia berharap perubahan ini menjadi momentum bagi kampus untuk melahirkan generasi emas yang siap bersaing di dunia perbankan dan industri lainnya.
“Universitas ini diharapkan mampu mencetak generasi-generasi unggul, baik di bidang perbankan maupun sektor industri lain,” ujarnya.
Menurutnya, lulusan Universitas BPD memiliki peluang besar untuk berkarier di dunia kerja, terutama di sektor perbankan.
Ia mencontohkan, beberapa lulusan yang kini bekerja di Bank Jateng terbukti memiliki kompetensi tinggi, hasil kerja baik, serta soft skill yang kuat.
“Teman-teman lulusan yang bekerja di Bank Jateng menunjukkan kinerja terbaik. Mereka unggul dari sisi kompetensi maupun kepribadian, terutama dalam bidang perbankan,” ungkapnya.
Ia pun mendorong agar pihak yayasan dan universitas terus menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan industri.
“Termasuk menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan untuk memperluas kesempatan kerja bagi lulusan,” paparnya.
(*)








Komentar