PEMALANG, JURANEWS.ID – Kontingen Kabupaten Pemalang mengakhiri perjuangannya dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026 dengan raihan 30 medali. Hasil tersebut terdiri atas empat medali emas, tujuh perak, dan 19 perunggu.
Dengan perolehan tersebut, Kabupaten Pemalang menempati peringkat ke-32 dari 35 kabupaten/kota peserta Porprov Jateng yang berlangsung pada 25–31 Oktober 2026 di wilayah Semarang Raya.
Ketua Kontingen Porprov Kabupaten Pemalang, Meta Agulegistin, menjelaskan bahwa daerahnya mengirimkan 133 atlet dengan didampingi 37 ofisial dan 17 panitia kontingen.
Empat medali emas Pemalang masing-masing disumbangkan oleh Dwi Vidyani Aish Hakad Putri dari cabang olahraga Tarung Derajat, Samsul Ma’arif dari atletik nomor lempar lembing, Ainun Khotib dan Ranu Arta Anapura dari panjat tebing, serta Bella Evita Meiswa dari gulat gaya bebas putri kelas 62 kilogram.
Meta mengatakan para atlet yang dikirim merupakan hasil seleksi Pra-Porprov. Dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya, terdapat peningkatan dari sisi keberagaman cabang olahraga yang diikuti.
Meski perolehan medali emas mengalami penurunan, jumlah medali perak dan perunggu justru meningkat.
Ia mengapresiasi perjuangan para atlet yang tetap mampu meraih prestasi meskipun menghadapi keterbatasan waktu persiapan. Program pemusatan latihan atau training center (TC) hanya berlangsung sekitar tiga bulan, sedangkan sejumlah daerah lain disebut telah mempersiapkan atlet hingga enam bulan sebelumnya.
Selain persiapan, kondisi cuaca di lokasi pertandingan yang mencapai 37–39 derajat Celsius juga menjadi tantangan bagi atlet Pemalang. Perbedaan suhu dengan daerah asal mengharuskan para atlet beradaptasi agar tetap mampu bertanding secara optimal.
Meski menghadapi berbagai kendala, Meta bersyukur seluruh atlet dapat mengikuti kompetisi dengan aman dan sehat. Dukungan ofisial, mulai dari makanan, obat-obatan, hingga akomodasi, turut membantu menjaga kondisi kontingen selama pertandingan.
Hasil Porprov 2026 diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Kabupaten Pemalang, KONI, dan seluruh cabang olahraga untuk meningkatkan pembinaan prestasi.
Meta menilai salah satu kebutuhan mendesak adalah peningkatan sarana dan prasarana olahraga. Fasilitas latihan yang memenuhi standar pertandingan dinilai penting untuk mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi dengan karakteristik tempat yang berbeda.
Ia juga mendorong pembinaan atlet dilakukan sejak usia dini melalui jenjang SD, SMP, hingga SMA. Dengan begitu, potensi olahraga daerah dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
KONI Kabupaten Pemalang, lanjut Meta, siap mendukung upaya tersebut. Setiap cabang olahraga diharapkan menyusun rencana kerja dan mengajukan program pembinaan, termasuk target prestasi, kebutuhan atlet, serta fasilitas latihan.
Perencanaan tersebut diharapkan tidak hanya berorientasi pada Porprov, tetapi juga menjadi persiapan menghadapi kompetisi lain, seperti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) hingga Pekan Olahraga Nasional (PON).
Salah satu cabang olahraga yang memberikan kontribusi prestasi bagi Pemalang adalah Tarung Derajat. Dari tiga atlet yang dikirim, seluruhnya berhasil membawa pulang medali.
Pelatih Tarung Derajat Kabupaten Pemalang, Ahmad Tajib, menjelaskan keberhasilan tersebut merupakan hasil latihan intensif di tempat pemusatan latihan yang dikenal dengan nama Kawah Derajat.
Nama Kawah Derajat memiliki filosofi sebagai tempat penempaan atlet agar terbentuk menjadi pribadi tangguh dan siap menghadapi berbagai tantangan pertandingan.
Dalam Porprov Jateng 2026, tiga atlet Tarung Derajat Pemalang masing-masing meraih medali emas melalui Dewi Fidiani Ais, medali perak oleh Muhammad Rangkulin Sakar, serta medali perunggu oleh Fitgyo.
Ahmad mengungkapkan persaingan dalam cabang olahraga tersebut cukup ketat. Para atlet Pemalang harus menghadapi sejumlah pesaing yang telah memiliki pengalaman dan prestasi di tingkat nasional, bahkan PON.
Meski demikian, ketiganya mampu melewati tahapan pertandingan dan membawa pulang medali.
Ia mengapresiasi perjuangan para atlet serta berpesan agar mereka tidak cepat berpuas diri dan terus meningkatkan kemampuan untuk menghadapi kompetisi yang lebih tinggi, baik tingkat nasional maupun internasional.
Ahmad juga mengajak generasi muda Pemalang yang memiliki minat dan potensi di bidang Tarung Derajat untuk bergabung dan berlatih bersama.
Ia berharap prestasi yang diraih para atlet mendapat perhatian dan apresiasi dari KONI maupun Pemerintah Kabupaten Pemalang, sehingga pembinaan Tarung Derajat dapat terus berkembang.
(*)








Komentar