JURANEWS.ID, PEMALANG – Bursa calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pemalang mulai memanas. Hingga saat ini, tercatat sedikitnya tujuh kandidat telah mengambil formulir pendaftaran untuk maju dalam pemilihan ketua organisasi olahraga tersebut.
Para kandidat berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), anggota DPRD, pengurus cabang olahraga (cabor), hingga mantan Ketua KONI periode sebelumnya.
Ketertarikan untuk memimpin KONI Pemalang dinilai masih cukup tinggi di kalangan aktivis olahraga, meskipun kondisi pendanaan organisasi tersebut selama ini dinilai masih terbatas.
Mantan Kepala Bidang Organisasi KONI Jawa Tengah, Untung Budiarso, menilai para kandidat yang maju perlu menyiapkan konsep yang realistis dalam membangun organisasi olahraga di daerah. Menurutnya, setidaknya ada dua tantangan besar yang harus dijawab calon ketua KONI, yakni pendanaan dan peningkatan prestasi atlet.
“Calon ketua harus memiliki konsep bagaimana organisasi ini bisa melaju dengan prestasi tanpa membebani APBD,” ujarnya.
Sebagai organisasi yang menaungi berbagai cabang olahraga, KONI memiliki peran penting dalam memetakan potensi atlet yang pembinaannya berada di masing-masing cabor.
Menurut Untung, pembinaan atlet yang optimal tidak akan terlepas dari dukungan anggaran yang memadai serta perhatian yang proporsional bagi setiap cabang olahraga.
Ia juga mengapresiasi peningkatan prestasi olahraga Kabupaten Pemalang pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah.
Jika pada Porprov XV Pemalang berada di peringkat 33, pada Porprov XVI posisi tersebut naik menjadi peringkat 24.
“Peningkatan ini tentu merupakan hasil kerja keras cabang olahraga yang patut diapresiasi oleh semua pihak,” katanya.
Meski demikian, Untung menilai peningkatan prestasi olahraga daerah tidak hanya bergantung pada dukungan anggaran dari pemerintah daerah. KONI juga diharapkan mampu membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha.
Menurutnya, perkembangan investasi di Kabupaten Pemalang bisa menjadi peluang bagi KONI untuk menjalin kemitraan dengan perusahaan yang memiliki kepedulian terhadap pembinaan olahraga.
“Kerja sama dengan sponsor atau mitra sangat memungkinkan untuk mendukung pembinaan atlet jika anggaran APBD terbatas,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan olahraga daerah sangat bergantung pada kemampuan pengurus KONI dalam menjalankan tata kelola organisasi yang baik serta memberikan perhatian yang memadai kepada cabang olahraga.
Karena itu, para kandidat ketua KONI diharapkan mampu memetakan potensi prestasi yang telah dibangun oleh cabang olahraga serta memperkuat sistem pembinaan atlet di daerah.
“Prestasi olahraga sangat tergantung bagaimana cabang olahraga mendapatkan perhatian yang memadai agar mampu mencetak atlet-atlet berprestasi,” kata Untung.
Pemilihan Ketua KONI Kabupaten Pemalang sendiri dipandang sebagai momentum penting untuk menentukan arah pembinaan olahraga daerah dalam beberapa tahun ke depan.
(*)








Komentar