JURANEWS.ID, SEMARANG – Andini, warga Semarang, mengaku terbantu dengan program balik rantau gratis yang difasilitasi Bank Jateng. Ia dapat kembali ke Tangerang Selatan menggunakan moda transportasi kereta api Tawang Jaya Express tanpa harus mengeluarkan biaya transportasi usai Lebaran.
“Kalau normal bisa habis sampai Rp2 juta sekali jalan belum baliknya. Ini gratis, jadi sangat membantu,” ujarnya saat ditemui di Stasiun Tawang Semarang Bank Jateng, Jumat (27/3/2026).
Andini sebelumnya juga mengikuti program mudik gratis yang didukung Bank Jateng saat berangkat ke Semarang pada 16 Maret 2026. Dengan fasilitas pulang dan balik tersebut, ia mengaku bisa menghemat hingga Rp4 juta untuk perjalanan pulang-pergi.
Program Mudik dan Balik Rantau Gratis 2026 merupakan bagian dari dukungan Bank Jateng terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam meningkatkan mobilitas masyarakat, khususnya pekerja informal.
Direktur Utama Bank Jateng, Bambang Widyatmoko, menjelaskan bahwa keterlibatan Bank Jateng dalam program ini sudah menjadi agenda rutin sejak lama.
“Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang selalu Bank Jateng berpartisipasi aktif sejak tahun 2012 sampai tahun ini. Ini bagian daripada tanggung jawab sosial kami sebagai Bank Pembangunan Daerah khususnya Jawa Tengah yang harus memberikan manfaat sosial dan kebersamaan bagi masyarakat sekitar,” ujar Bambang.
Ia merinci bahwa tahun ini Bank Jateng meningkatkan jumlah armada demi mengakomodasi animo masyarakat yang tinggi.
“Bank Jateng menyediakan 65 unit bus dan juga ditambah 4 gerbong kereta. Kita menyediakan lebih banyak daripada tahun sebelumnya karena bertambahnya animo daripada pemudik warga Jateng, baik yang pulang kampung ataupun yang balik ke perantauan,” jelasnya.
Bambang juga menekankan bahwa program ini secara khusus menyasar masyarakat yang bekerja di sektor informal di wilayah ibu kota.
“Tentunya ini adalah para pekerja informal. Ada tukang bakso, ada pegawai bangunan, ada buruh pabrik, sopir bajaj, angkot, ojol, hingga para penjual-penjual yang bekerja di Jabodetabek, itu semuanya kita support,” tambahnya.
Mengenai standar armada, Bambang memastikan bahwa aspek keamanan dan kenyamanan menjadi prioritas utama sesuai dengan instruksi Gubernur.
“Layanan gratis mudik dan balik rantau gratis ini bisa mengutamakan kenyamanan. Untuk itu, kami menyediakan bis yang paling tua tahun 2024, bahkan ada yang tahun 2026, dan juga telah memenuhi emisi Euro 4 sehingga ramah lingkungan. Para driver juga sudah kita briefing agar tidak boleh ngantuk, tidak boleh ugal-ugalan, dan dipastikan dalam kondisi fit,” tegas Bambang.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Lutfi, menyebut program ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat, terutama pekerja informal.
“Tahun ini hampir 18.000 warga difasilitasi mudik dan balik rantau gratis. Ini untuk membantu mereka yang setelah Lebaran kondisi keuangannya menipis,” katanya.
Ia menambahkan, program tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah dan berbagai pihak, termasuk Bank Jateng, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
(*)








Komentar