JURANEWS.ID, SEMARANG — Semarak Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kota Semarang tahun 2026 terlihat dari meningkatnya jumlah hewan kurban yang disembelih masyarakat.
Warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Semarang tahun ini menyembelih sebanyak 349 ekor sapi dan 131 ekor kambing.
Jumlah tersebut mengalami peningkatan sekitar 20 persen dibandingkan pelaksanaan kurban tahun sebelumnya. Hal itu disampaikan Pembina LDII Kota Semarang, KH Agus Rudi Hartono, di sela kegiatan penyerahan hewan kurban di kawasan Jalan Wonosari I, Kelurahan Randusari, Kecamatan Semarang Selatan, Rabu (27/5/2026).
“Dibanding tahun lalu, kurang lebih ada peningkatan sekitar 20 persen,” ujar Agus.
Menurutnya, ibadah kurban tidak hanya menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga mengandung nilai keikhlasan dan pengorbanan dalam kehidupan sosial masyarakat.
“Jadi kurban ini mengajarkan kita untuk berbagi yang bukan sisa, tapi berbagi yang kita cinta. Kita melepaskan duniawi, melepaskan apa yang kita cinta di duniawi karena perintah Allah,” katanya.
Agus berharap momentum Idul Adha dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga sekitar yang membutuhkan bantuan daging kurban.
“Kami berharap semua anggota jemaah LDII Kota Semarang bisa membagi daging kurban tidak hanya kepada jemaah, tetapi juga kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan maupun yang meminta. Supaya semua ikut merasakan hari yang barokah,” ujarnya.
Ia menilai meningkatnya jumlah hewan kurban tahun ini tidak lepas dari kesiapan warga LDII yang telah menabung sejak jauh hari untuk beribadah kurban.
“Meskipun kondisi ekonomi terjadi inflasi dan perekonomian menurun, warga LDII sudah menyiapkan jauh-jauh hari. Mereka menabung sejak setahun yang lalu,” jelasnya.
Agus menambahkan, pelaksanaan kurban dilakukan sesuai kemampuan masing-masing warga. Ada yang berkurban secara mandiri maupun melalui sistem patungan tujuh orang untuk satu ekor sapi.
“Kalau yang mampu ya satu ekor sapi. Kalau belum mampu, bisa satu ekor kambing atau patungan maksimal tujuh orang untuk satu sapi,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Kota Semarang, Soenarto, mengungkapkan total nilai ekonomi hewan kurban sapi warga LDII tahun ini diperkirakan mencapai Rp10,1 miliar dengan asumsi harga satu ekor sapi sekitar Rp30 juta.
“Daging kurban tersebut dibagikan kepada masyarakat sekitar, terutama kaum dhuafa,” ucapnya.
Sebagian hewan kurban juga diproses melalui Rumah Potong Hewan (RPH) Penggaron milik BUMD Pemerintah Kota Semarang guna memastikan proses penyembelihan berjalan sesuai standar kesehatan dan syariat.
Panitia Kurban LDII Kota Semarang, HM Yenuarso, mengatakan pemeriksaan kesehatan hewan turut dilakukan oleh Dinas Pertanian Kota Semarang untuk memastikan kualitas daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat.
“Pemeriksaan dilakukan secara sampling untuk memastikan seluruh hewan kurban memenuhi prinsip ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal,” imbuhnya.
Peningkatan jumlah hewan kurban warga LDII Kota Semarang tahun ini menjadi gambaran tingginya semangat berbagi dan kepedulian sosial masyarakat dalam merayakan Hari Raya Idul Adha 2026.
(*)








Komentar