KLIK LINK UNTUK MELIHAT VIDEO : https://vt.tiktok.com/ZSbkX1PBs/
SEMARANG, JURANEWS.ID – Kondisi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Watugong di Jalan Empu Sendok Raya, Banyumanik, Kota Semarang, menjadi sorotan. Fasilitas yang seharusnya memberikan akses aman bagi pejalan kaki tersebut terlihat mulai mengalami kerusakan.
Pantauan di lokasi, Senin (28/9) menunjukkan sejumlah bagian besi JPO tampak berkarat dan mengalami korosi. Kondisi serupa terlihat pada bagian pijakan yang menggunakan material kayu. Sejumlah pijakan kayu terlihat berlubang dan tampak rapuh, sehingga pengguna yang melintas perlu lebih berhati-hati.
JPO memiliki fungsi penting bagi keselamatan pejalan kaki, terutama di ruas jalan dengan aktivitas kendaraan yang cukup padat.
Dengan adanya JPO, masyarakat seharusnya dapat menyeberang tanpa harus berhadapan langsung dengan arus kendaraan di badan jalan.
Namun, kondisi fisik JPO Watugong kini menimbulkan pertanyaan mengenai aspek keamanan dan pemeliharaannya.
Kerusakan pada pijakan, khususnya material kayu yang sudah berlubang, menjadi salah satu bagian yang perlu mendapat perhatian agar tidak menimbulkan risiko bagi pengguna.
Kondisi tersebut juga menjadi perhatian karena Kota Semarang memiliki anggaran daerah yang cukup besar.
APBD Kota Semarang Tahun Anggaran 2026 tercatat sekitar Rp5,86 triliun.
Besarnya anggaran daerah tentu tidak secara otomatis berarti seluruh fasilitas publik dapat langsung diperbaiki. Namun, kondisi fasilitas yang berkaitan dengan keselamatan masyarakat tetap menjadi bagian yang layak diperhatikan dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan pemerintah.
JPO bukan sekadar bangunan penghubung. Bagi pejalan kaki, fasilitas tersebut merupakan akses untuk menyeberang jalan dengan lebih aman.
Karena itu, kondisi JPO Watugong memunculkan pertanyaan mengenai kapan pemeliharaan atau perbaikan akan dilakukan.
Jangan sampai kerusakan semakin parah hingga mengurangi fungsi JPO atau bahkan menimbulkan risiko bagi masyarakat yang menggunakannya.
Pada akhirnya, warga tidak hanya membutuhkan fasilitas publik yang dibangun, tetapi juga fasilitas yang aman, layak, dan terawat. Pertanyaannya, sampai kapan warga harus menunggu perhatian terhadap kondisi JPO Watugong?
(*)










Komentar