Aktivis Budaya Agus Mujayanto Temui Danyonif 406/Candra Kusuma, Bahas Pelestarian Kearifan Lokal dan Filosofi Keris Pusaka

Silaturahmi Agus Mujayanto dan Danyonif 406 Candra Kusuma Soroti Pentingnya Kearifan Lokal

JURANEWS.ID, PURBALINGGA – Komitmen menjaga warisan budaya bangsa terus digaungkan di tengah derasnya arus globalisasi. Aktivis budaya sekaligus pelestari kearifan lokal, Agus Mujayanto, melakukan silaturahmi dengan Komandan Batalyon Infanteri 406/Candra Kusuma (Danyonif 406/CK), Letkol Inf Solikin, S.I.P., Selasa (7/7/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut menjadi ajang bertukar gagasan mengenai pentingnya melestarikan budaya, memperkuat nilai-nilai kearifan lokal, serta membangun karakter kebangsaan sebagai bekal generasi muda menghadapi tantangan zaman.

Agus Mujayanto menilai budaya merupakan identitas bangsa yang tidak boleh tergerus perkembangan teknologi maupun modernisasi. Menurutnya, nilai agama, budaya, dan etika kehidupan harus berjalan berdampingan dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.

“Silaturahmi ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kearifan lokal. Agama dan budaya bukan untuk dipertentangkan, melainkan harus berjalan selaras dengan menjunjung tinggi etika, sopan santun, serta semangat tepo seliro,” ujar Agus Mujayanto.

Salah satu pembahasan menarik dalam pertemuan tersebut adalah mengenai Keris Kiai Tilam Upih atau Kiai Jalak berpamor Kulit Semongko yang berada di ruang kerja Danyonif 406/Candra Kusuma.

Keris pusaka tersebut memiliki filosofi mendalam tentang kepemimpinan. Seorang pemimpin diharapkan mampu membaur dengan seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan suku, agama, maupun golongan. Selain itu, keris tersebut juga dimaknai sebagai simbol kemakmuran, pegangan hidup, kejayaan, serta kekuatan jati diri bangsa yang diwariskan secara turun-temurun.

Sementara itu, Danyonif 406/Candra Kusuma, Letkol Inf Solikin, S.I.P., menegaskan bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

Menurutnya, penguatan identitas budaya menjadi semakin penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan derasnya pengaruh budaya global, khususnya bagi Generasi Z dan Generasi Alfa.

“Di era Generasi Z dan Generasi Alfa ini, seyogianya pengenalan jati diri bangsa melalui budaya dan kearifan lokal sangat diperlukan guna menjaga keberlanjutan nilai-nilai luhur di masa yang akan datang,” kata Solikin.

Ia menambahkan, budaya bukan sekadar peninggalan sejarah, melainkan fondasi utama dalam memperkuat karakter bangsa, semangat persatuan, serta menjaga identitas nasional Indonesia.

Melalui silaturahmi tersebut, diharapkan terbangun sinergi yang semakin erat antara pegiat budaya, TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga serta melestarikan warisan budaya Nusantara agar tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi penerus.

(*)

Komentar

News Feed