JURANEWS.ID, SEMARANG – Astra Property, melalui Astra Land Indonesia, kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem industri properti yang berkelanjutan.
Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan International Conference “Reimagining Space” sebagai bagian dari Jakarta Architecture Festival 2025, bekerja sama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta.
Acara ini berlangsung di Catur Dharma Hall, Menara Astra, dan berhasil memfasilitasi dialog antara lebih dari 300 profesional dan masyarakat mengenai masa depan ruang urban Jakarta.
Sebagai tuan rumah konferensi yang menghadirkan perspektif global dari Indonesia, India, dan Jepang, Astra Property berperan sebagai fasilitator dialog strategis yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan.
Mulai dari arsitek, akademisi, pengembang, hingga masyarakat, semuanya berkumpul untuk merumuskan solusi inovatif terhadap tantangan properti dan urbanisme di Indonesia.
“Architalks bukan sekadar sebuah acara, melainkan manifestasi dari filosofi kami bahwa properti yang baik lahir dari kolaborasi dan pemikiran yang terbuka,” ujar Demmy Indranugroho, Head of Leasing Management and Corporate Communications Astra Property.
Konferensi ini menghadirkan dua sesi intensif dengan pembicara-pembicara terkemuka. Sesi pertama diisi oleh Vinu Daniel (India) dan Adi Purnomo, membahas tentang “Barefoot Architecture” dan “Reimagining Cities”.
Vinu Daniel mengedepankan keterlibatan komunitas kolektif dan teknik lokal dalam desain, sementara Adi Purnomo mengulas pentingnya memanfaatkan area kecil dalam kota yang padat untuk ruang hijau.
Sesi kedua menghadirkan Takamori Yamazaki (Jepang) dan Budi Sumaatmadja, dengan fokus pada “Architecture & Urbanism” dan “Cities for All”.
Takamori Yamazaki menjelaskan bagaimana arsitektur merespon terhadap perubahan iklim dan mengeksplorasi bagaimana properti dapat menjadi solusi untuk ruang-ruang urban terbengkalai di Jakarta. Budi Sumaatmadja mengelaborasi bagaimana Jakarta melakukan ekspansi terhadap tipologi kota.
“Kami bangga dapat berperan sebagai wadah untuk berdiskusi mengenai Jakarta dan segala potensinya, mulai dari gedung-gedung kosong, lahan, hingga ruang publik,” tambah Demmy.
“Hari ini, kami tidak hanya berbicara tentang tantangan, tetapi juga menggali solusi bersama para ahli terbaik. Sebagai pengembang, kami berkomitmen untuk menerapkan berbagai insight dari dialog ini ke dalam proyek-proyek kami ke depan.”
Architalks merupakan inisiatif Astra Property yang berfungsi sebagai platform dialog strategis tahunan bagi komunitas arsitektur, properti, dan urbanisme Indonesia.
Program yang telah berlangsung selama beberapa tahun ini menghadirkan perspektif lokal maupun internasional untuk memperkaya wacana industri.
Lebih dari sekadar forum diskusi, Architalks menegaskan bahwa kepemimpinan di industri properti bukan hanya tentang membangun gedung tertinggi atau terluas, tetapi tentang memfasilitasi pemikiran progresif yang mendorong industri menuju masa depan yang lebih baik.
(*)














Komentar